Lawan Tikus, Petani Gresik Manfaatkan Burung Hantu

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Petani Desa Gresek Kecamatan Duduksampeyan, punya cara sendiri melawan hama tikus yaitu memanfaatkan burung hantu dengan membuat Rubuha (Rumah burung hantu).

Selain Rubuha, petani juga memanfaatkan asap belarang menggunakan emposan yang disemprotkan ke liang tikus.

Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar mengatakan, selama ini untuk mengusir hama tikua petani memanfaatkan strum yang membahayakan.

“Kami membuat 25 Rubuha dari dana desa untuk membasmi hama tikus dan mencegah warga meninggal akibat jerat tikus beraliran listrik,” katanya, Selasa (1/9).

Lebih lanjut, Ghopar mengatakan upaya membasmi hama tikus dengan burung hantu gencar dijalankan, agar tidak iada warganya yang meninggal dunia akibat terkena jebakan tikus.

“Sejak 2005 banyak warga Gredek yang meninggal akibat jebakan tikus berlistrik, salah satunya bibi saya sendiri,” ungkapnya.

Sebelum ada hama tikus, lahan sawah 1 hektar bisa menghasilkan 15 sampai 16 ton padi.

“Namun kini maksimal panen cuma 10 ton, dampak hama tikus sangat luar biasa merugikan,” keluhnya.

Darnimawati, Penyuluh Pertanian Lapang Kecamatan Duduksampeyan menjelaskan pemasangan rubuha ini sangat penting, karena hama tikus sudah menjadi endemik.

“Sebagai contoh, 1 burung hantu jenis Alba dewasa dapat memakan 3-4 ekor tiku, dan bisa membunuh 20 ekor tikus dalam sehari. Sehingga sangat efektif menangulangi hama tikus,” imbuhnya. (san)