Syukuran Wonosalam City Park dengan Doa

SURABAYAONLINE.CO | Jombang – Wonosalam City Park (WCP), sebuah kawasan wisata baru yang terpadu di Wonosalam Jombang terus bergerak. Sabtu (8/8/2020) petang kemarin di Puncak Wonosalam, lembah Gunung Anjasmoro, melakukan silaturahmi dengan warga sebagai tanda dimulainya pembangunan fasum.

” Kami hadir membangun, tidak saja kawasan ini, namun bersama-sama membangun masyarakat, bergeliat maju bersama, sejahtera bersama, ” tegas Muhammad Gurning, Dirut Wonosalam City Park saat acara di Dusun Bangunrejo, Carangwulung Wonosalam Jombang.

Karena itu, hari ini kami kulonuwun, minta doa akan kelancaran pembangunan. Dan akan terus sinergi dengan semua pihak. “Terima kasih atas kehadiran warga yang antusias ikut berdoa bersama,” tambahnya.

Lebih jauh Gurning menjelaskan, Wonosalam adalah kota wisata masa depan. Dan untuk itu diperlukan penataan kawasan yang terintegtrasi. Baik destinasi wisata, rumah ibadah, fasilitas pendukung berupa vila, bahkan Boarding School.

” Kami hadir untuk membangun kawasan baru. Diawali di area 6 ha yang akan berkembang menuju 25 ha, terintegirasi dengan project kami di kawasan Wonosalam, ” tambahnya.

” Kita berdoa, bershalawat berwirid menyatukan hati antara Pengelola WCP dengan warga Bangunrejo dan penghuni krikikalan. Oleh Lek Ham dan Lemut Samudro diberi judul “Babad Ndalem Krikilan. Sebuah sapaan kepada alam Wonosalam, ” tambah Yusron Aminulloh, Komisaris Utama Wonosalam City Park.

Alhamdulillah, tegas Yusron, warga antusias, menyatu dan menyambut bayi yang bernama Wonosalam City Park. ” Bayi ini akan kami rawat dengan baik, semasa Balita harus sehat, gizinya, pikirannya, hatinya, sehingga kelak akan menjadi kawasan yang indah, sehat, manfaat sesuai misi Jombang Kota Beriman,” papar Yusron dengan perumpaan.

” Insya Allah kami akan memulai dengan membangun masjid di Puncak Wonosalam ini. Sedang kita persiapan semuanya, agar berjalan lancar, ” tambah Yusron.

Nasrul Ilahi, Budayawan Jombang, yang ikut hadir memberi catatan sejarah. Bahwa daerah ini harus tetap dijaga sesuai sejarahnya. Maka pelestarian cagar budaya
Candi yang ada dikomplek WCP.

” Catatan sejarahnya panjang di Wonosalam ini, mulai dari Pangeran Benowo hingga perjalanan ke Sunan Ampel, Wonosalam ikut berperan. (Iman)