Kapal Induk USS Nimitz Diam-diam Lintasi Selat Malaka

SURABAYAONLINE.CO-Kapal induk nuklir milik Angkatan Laut Amerika, USS Nimitz baru saja lewat di muka perairan Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Senin 20 Juli 2020, USS Nimitz melintasi Indonesia melalui Selat Malaka. Pergerakan kapal itu terpantau sejak 18 Juli 2020. Kapal berlayar dari Laut China Selatan menuju Samudera Hindia.

Menurut Wio dalam laporan ekslusifnya, USS Nimitz kemungkinan besar akan menuju gerbang masuk Selat Malaka yang selama ini menjadi jalur utama perdagangan China.

Militer Amerika diyakini akan menggelar latihan perang bersama armada laut India di Perairan Andaman dan Nicobar.

Latihan itu melibatkan kapal perang India Rana, Sahyadri, Shivalik and Kamorta, dengan mitra USS Nimitz (CVN 68), bersama Nimitz Carrier Strike Group’s Ticonderoga-kapal penjelajah berpeluru kendali, USS Princeton (CG 59), Arleigh Burke-kapal perusak berpeluru kendali, USS Sterett (DDG 104) and USS Ralph Johnson (DDG 114).

Sebenarnya hal ini sudah diprediksikan bakal terjadi, Amerika akan memanfaatkan konflik India dan China di Ladakh untuk menekan China.

Karena, India merupakan pemilik wilayah teritorial di pintu masuk Selat Malaka yang selama ini dikenal sebagai jalur terpadat perekonomian dunia.

Memang Andaman dan Nicobar menjadi kunci bagi India untuk menjinakkan  China. Karena India bisa saja memblokade perairan itu dari kapal-kapal China.

Selat Malaka merupakan penghubung antara Terusan Suez dan Teluk Aden. Selat Malaka merupakan jalur transportasi impor minyak China dari Teluk dan Mediterania.

Nah, kehadiran militer Amerika di gerbang masuk Selat Malaka ini tentu saja membuat posisi China semakin terkepung. Karena Amerika dan sekutunya juga telah menguasai Indo-Pasifik dengan menggelar latihan perang bersama.

Sebenarnya jika Amerika bersekutu dengan India dan nekat memblokade Andaman dan Nicobar, China masih memiliki kemampuan untuk menghadapi mereka.

Sebab, China memiliki pangkalan militer di Djibouti yang terletak di tanduk Benua Afrika. Bahkan China sudah menyiapkan kapal selam nuklir dan kapal induk di pangkalan militer itu.(*)

 

(*)