SMK Masuk Kategori TPT Tertinggi di Jatim

SURABAYAONLONE.CO (Surabaya) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) Selasa (5/5/2020), merelis Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Jawa Timur ditempati oleh lulusan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK).

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan dalam jumpa persnya melalui aplikasi Zoom mengatakan, meski TPT tertinggi di Jatim ditempati oleh tamatan SMK, namun belum diketahui persis penyebabnya, masih perlu penelitian lebih lanjut dan secara detail. “Boleh jadi penyebabnya daya serap tenaga kerja yang tersedia, tidak tepat dengan lulusan yang ada. Misalnya ada lulusan jurusan mesin, tapi lapangan kerja yang terbuka adalah tata boga, atau sebaliknya, “tandas Dadang Hardiwan saat menjawab pertanyaan Haludin Ma’waledha dari Surabayaonline.co.

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 di Jawa Timur sebanyak 22,13 juta orang, naik 545,39 ribu orang dibanding Februari 2019. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat 1,18 poin.

Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 10,26 ribu orang, sedangkan TPT turun menjadi 3,69 persen pada Februari 2020.

Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,04 persen.

Data yang ada penduduk yang bekerja di Jatim berjumlah 21,32 juta orang, bertambah sekitar 555,66 ribu orang dari Februari 2019. Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama Jasa Pendidikan (0,41 persen poin), Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (0,25 persen poin), dan Konstruksi (0,19 persen poin). Sebaliknya, lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan persentase utamanya pada Jasa Lainnya (0,27 persen poin), Transportasi dan Pergudangan (0,24 persen poin), Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (0,19 persen poin). Meskipun secara persentase turun, jumlah pekerja di Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan secara absolut naik 137,43 ribu orang. HM