Swalayan Buah di Surabaya Diserbu Warga

SURABAYAONLINE.CO – Sehari menjelang penerapan PSBB Surabaya Raya, warga mulai berbelanja mencukupi kebutuhan selama dua pekan ke depan. Sebab, mulai besok Selasa (28/4/2020) aktivitas di luar rumah sudah dibatasi.

Dari pantauan detikcom, swalayan buah di kawasan Bambu Runcing dipadati pembeli. Hal ini terlihat baik di lahan parkir maupun di dalam swalayan.

Di luar swalayan sudah dipadati mobil dari pembeli, bahkan banyak mobil yang mengantre lama sekitar 10 sampai 15 menit untuk mendapat tempat parkir. Sedangkan di dalam swalayan, terlihat banyak orang memborong buah, sayur, beras, jajanan lebaran dan kebutuhan makanan lainnya.

Jangan Panik

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan PSBB berbeda dengan lockdown. Untuk itu, masyarakat tidak perlu ketakutan.

“Jadi pada kesempatan kali ini, PSBB khususnya di tiga kota, masyarakat tidak usah terlalu ketakutan dan lain-lain. Ini hanya pembatasan jadi jangan disalahartikan lockdown dan lain-lain. Ini pembatasan kegiatan,” terang Luki di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (27/4/2020).

Luki menyebut memang ada sejumlah ruas jalan yang ditutup. Namun, kendaraan yang memiliki kepentingan krusial hingga masyarakat yang bekerja di beberapa sektor masih boleh melintas.

“Ada memang jalan yang ditutup pada wilayah-wilayah. Tapi ini kita juga ada kendaraan yang memang boleh untuk lewat, baik itu kendaraan yang membawa sembako, sepeda motor yang antar makanan, barang, ini masih boleh semuanya. Termasuk orang sakit, logistik, BBM, petugas PLN, PAM, ada ekspedisi ini boleh semuanya,” imbuhnya.

Begitu pula dengan sejumlah pasar hingga supermarket yang menjual bahan makanan, Luki menegaskan toko-toko ini tetap buka. Begitu pula dengan restoran yang tetap buka, namun pembeli tidak diperbolehkan makan di tempat.

“Jam malam memang diberlakukan tetapi ini juga kita ada wilayah-wilayah tertentu di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik ada pasar malam yang bukanya jam 11 malam sampai jam 03.00 WIB, ini tidak kita langsung lakukan penutupan. Jadi ada tempat di mana ekonomi ini kita tetap buka, tetap dengan aturan,” papar Luki.

“Rumah makan dan yang lainnya tetap buka dengan aturan take away. Apabila sesuai dengan aturan, saya rasa ini akan berjalan dengan baik. Yang penting dalam kegiatan PSBB ini bagaimana masyarakat patuh dan taat pada aturan yang diberlakukan oleh pemerintah,” imbuh Luki.

Di kesempatan ini, Luki mengajak seluruh masyarakat tetap bergotong-royong dan berpartisipasi aktif dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Jatim.(*)