Ayah Tega Gauli Anak Tirinya, Kasusnya Ditangani Polres Blitar

SURABAYAONLINE.CO-Pelaku perbuatan gagahi gadis yg masih duduk di bangku kelas II SMP ini harus sesali ulah bujatnya di balik jeruji besi tahanan Polres Blitar setelah digelandang Sat Reskrim Polres Blitar.

Itulah SR (67) warga Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar ini, SR baru setahun menikah dengan isteri barunya yang masih berusia 34 tahun, tega melakukan perbuatan asusila, terhadap AR 14 anak tirinya yang masih duduk di bangku SMP Kelas II.

Hal itu seperti di sampaikan Kapolres Blitar AKBP.Budi Hermanto.S.IK. M.S melaui Kasat Reskrim Polres Blitar AKP. Sodik Efendi atas terungkapnya kasus perbuatan yang tidak layak di lakukan pada korban yang masih duduk di bangku kelas II SMP itu setelah ibu korban melapor ke Polsek Sutojayan yang selanjutnya diteruskan ke Polres Blitar.

Perbuatan tersangka SR terungkap, setelah korban tidak kuat lagi menjadi pelampiasan nafsu bejat ayah tirinya sehingga hal tersebut diceritakan semua pada ibu kandungnya, selain itu korban juga diancam setiap tersangka melakukan perbuatanya.

“Atas cerita putrinya ibu korban kaget, ibu korban yang juga isteri pelaku melapor ke polisi, atas pengakuan korban dan ibu korban langsung menanyakan ke suaminya (pelaku) yang di sertai pertengkaran karena AR mengelak, selanjutnya ibu korban melapor ke Polsek dan di teruskan ke Polres.” Kata AKP Sodik, Jumat(20/12) sore.

Dijelaskan pula oleh AKP Sodik setelah pihaknya menerima laporan, langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain meminta keterangan korban, termasuk ibu korban guna penyelidikan lebih dalam, dan juga di lakukan visum terhadap korban. “Setelah cukup bukti, guna penyidikan kita lakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka SR pada Kamis(19/12), malam.” tambah AKP.Shodig.

Dari hasil olah TKP, serta bukti bukti dan penuturan korban pada penyidik, bahwa tersangka SR mencabuli anak tirinya hampir setiap pagi usai subuh, apa lagi situasi rumah dalam keadaan sepi.

“Didukung korban di rumah sendiri ketika isteri tersangka sekaligus ibu korban tidak ada di rumah karena mencari pakan ternak. ” papar AKP Sodik Efendi.

Untuk di ketahui bahwa ibu korban yang juga isteri tersangka SR, setiap pagi usai subuh pergi mencari rumput untuk pakan ternak. Dengan kondisi rumah yang sepi inilah, dimanfaatkan oleh tersangka SR untuk melakukan perbuatab bejadnya memaksa anak tirinya yang masih duduk dibangku SMP ini, untuk melayani nafsu bejatnya.

Masih menurut AKP.Sodik bahwa tersangka setiap melakukan perbuatanya yang di sertai ancaman terhadap korban, jika tidak mau memenuhi keinginannya.

Sementara hasil pemeriksaan kepada SR perbuatan asusila ini selalu dilakukan sebelum korban berangkat sekolah, hingga berjalan hampir  tiga bulan lamanya. Karena curiga dengan perubahan sikap putrinya, ibu korban mendesak korban untuk menceritakan apa yang sebenarnya yang terjadi atas perubahan atas sikap korban, akhirnya korbanpun mengungkapkan semua perbuatan bejat ayah tirinya, selama tiga bulan terakhir pada ibunya dengan terisak tangisannya.

Lebih jauh AKP Sodik menyampaikan bahwa kasus ini sedang dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blitar, sedangkan tersangka SR sementara ditahan di Polres Blitar untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya dan terbukti pelaku SR diancam dengan pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman diatas 15 tahun penjara imbuhnya.(ari)