Jaringan Lapas Madiun Ini, Miliki Cara Unik Edarkan Narkoba

SURABAYAONLINE.CO-Tim Opsnal Satreskoba Polres Nganjuk kembali amankan pengedar narkoba jaringan Lapas Madiun, dalam penangkapan itu polisi berhasil menangkap dua pelaku yang berperan sebagai pengedar.

Dua pelaku diketahui bernama Choirul Anam (39) warga Nganjuk dan Dian Dwi Cahyanto (37) warga Kediri.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta didampingi Kasat Reskoba Iptu Pujo Santoso dan Bupati Nganjuk serta Kepala BNN Kota Ngajuk mengungkapkan penangkapan itu bermula dari informasi yang didapat oleh polisi tentang adanya peredaran narkoba yang dilakukan oleh Choirul pada 01 September 2019 lalu.

“Berdasarkan informasi tersebut kami lakukan pengejaran terhadap pelaku Choirul dan berhasil kami amankan saat pelaku sedang melintas di Jalan Desa Lestari, Kec. Patianrowo saat sedang mengendarai kendaraan minibus” ungkapnya saat di Mapolres Ngajuk, Jumat (06/08).

Dari penangkapan itu petugas temukan sabu-sabu dengan berat 0,55 gram beserta alat hisap, selanjutnya petugas lakukan pengembangan dan berhasil amankan Dian.

Lanjut Kapolres Nganjuk, dua pelaku tersebut mengedarkan narkoba dengan cara yang cukup unik, “untuk mengelabuhi petugas pelaku ini punyak cara tersendiri, saat mengedarkan barang haram tersebut ditempelkan oleh pelaku di tiang listrik, cara ini disebut dengan sistem terputus” paparnya.

Cara itu dilakukan oleh pelaku untuk menjual paket hemat dari satu gram bisa menjadi dua hingga empat paket.

Selanjutnya Kasat Reskoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso menambahkan dengan tertangkapnya dua pelaku itu petugas akan terus lakukan pengembangan.

“Kasus ini akan terus kami lakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku-pelaku lain, dan kami akan lakukan penelusuran salah satunya melalui rekening pelaku” tambahnya.

Dari tangan pelaku polisi berhasil menyita barang bukti sabu-sabu paket kecil sebanyak 13 dengan berat total 52,88 gram.

“Dua pelaku ini kami jerat dengan UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan acaman hukuman paling lama 20 tahun penjara” tutup Iptu Pujo Santoso.(Irf)