PDAM Surabaya Menduduki Lahan EV 11404 Milik Soeradji Sebesar 30 Persen

 

SURABAYAONLINE.CO-Hasil pengukuran lahan EV 11404 milik keluarga Soeradji menunjukkan bahwa PDAM Surabaya Menduduki 30 persen dari lahan seluas 21.297 m2. “Pengukuran dilakukan oleh BPN 2 Surabaya disaksikan juga Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam,” demikian kuasa ahli waris Mariyadi SH MH Kamis (28/2).

Sebelum dilakukan pengukuran Sekretaris Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam Irjen Pol Dr Drs Widiyanto Poesoko SH MSi mengunjungi kantor PDAM Gubeng.

Kedatangannya disambut oleh Direktur Utama PDAM Surabaya Mujiaman Sukirno. Awalnya terdapat selisih pendapat antara Mujiaman dengan rombongan Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam dan rombongan yang menyertai. Suasana pertemuan juga hangat dan bersahabat.

Pihak PDAM Surabaya menyatakan bahwa pihaknya tidak ada sangkut paut dengan lahan EV 11404 dan menyatakan bahwa gedung itu berdiri di atas tanah Eigendum lain bukan EV 11404.

Mujiaman kemudian menyatakan sikap yang intinya institusinya merasa malu karena didatangi tim. “Kenapa hanya milik kami yang diukur. EV 11404 kan bukan terletak di tempat kami,” protesnya, yang memicu sedikit selisih pendapat dengan kuasa hukum ahli waris Mariyadi SH MH.

Terkesan Mujiaman emosional dan tidak mau mendengarkan pihak lain. Ia bahkan menuduh kuasa hukum ahl waris Mariyadi SH MH mencari-cari masalah korupsi dan membawa wartawan ke instansinya.

Tentu saja ini memantik bantahan dari Mariyadi SH MH yang juga Katua DPP GNPK Prov Jatim. “Tidak benar itu saya datang selaku kuasa hukum ahli waris.” paparnya.

Dijelaskan oleh Irjen Pol Widiyanto bahwa kedatangannya hanya untuk mengetahui ukuran EV 11404 dan kebetulan diukur dari PDAM . Kemudian dicapai kesepakatan pengukuran dilaksanakan oleh BPN serta saksi dan wartawan dilarang ikut.

Wartawan yang sudah menunggu mendengar pernyataan Mujiaman menjadi kecewa. “Ada apa sebenarnya kok kita gak boleh ikut,” tanya Juliman salah seorang wartawan yang ingin melihat pengukuran. Wartawan lain malah menganggap Direktur Utama itu arogan. “Barangkali sombong karena pernah ikut perusahaannya Bill Gates,” timpal wartawan lainnya.

Dalam penjelasan kepada wartawan Irjen Pol Widiyanto mengatakan bahwa pihaknya hanya ingin melakukan pengukuran EV 11404 saja bukan keperluan lain.

“Gambaran kasusnya begini, ada tanah yang tidak pernah dijual lalu ada sertifikat-sertifikat yang muncul. Nah ini yang ingin tahu,” kata Jenderal yang berpenampilan kalem ini.

“Tentu nantinya akan ada yang melakukan kesalahan, nah dari situ kita akan rekomendasikan kepada atasan yang bersangkutan, KPK, kejaksaan atau lembaga lainnya,” seraya menambahkan bila terjadi musyawarah atau mediasi hal itu lebih baik. “Kami siap menjadi memediasi,” ungkapnya.

Pertemuan di kantor PDAM itu dihadiri juga wakil ahli waris Jahja Achmad, wakil Pemkot Surabaya, wakil PT Sinar Galaxy dan BPN 2 Surabaya.(*)