Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP. (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – DI penghujung malam yang paling sunyi, ketika bahkan bintang-bintang tampak enggan berkelip dan bulan telah lama tenggelam di balik cakrawala, seorang hamba duduk sendirian di atas sajadahnya. Ia tidak lagi membuka lembaran doa yang biasa ia baca, tidak lagi menghitung untaian tasbih yang biasa ia putar, dan tidak lagi menyebut satu per satu permintaan yang selama bertahun-tahun mendominasi munajatnya. Malam ini berbeda. Dari lubuk jiwanya yang paling dalam, dari sirr—rahasia Ilahi yang tertanam di dalam dirinya—meluncur kalimat-kalimat yang bukan sekadar permohonan. Kalimat-kalimat itu adalah sebuah akad ruhani, sebuah kontrak eksistensial…
Author: Andy Setiawan
Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – SUATU pagi yang temaram, seorang lelaki tua duduk di beranda rumah kayunya. Di tangannya, secangkir kopi hitam yang telah dingin. Matanya menerawang ke jalanan yang mulai ramai—anak-anak bergegas ke sekolah, pedagang mendorong gerobak, dan tetangga yang saling melempar senyum basa-basi. Tetapi di dalam dirinya, ada keheningan yang berbeda. Ia bertanya pada dirinya sendiri, pertanyaan yang tidak akan ia lontarkan kepada siapa pun: “Sudah berapa lama aku tidak benar-benar merasakan apa pun? Sudah berapa lama aku hanya bergerak seperti mesin, tanpa sungguh-sungguh hadir dalam hidupku sendiri?” Pertanyaan itu bukanlah tanda kelemahan.…
SURABAYAONLINE.CO – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura menyuarakan kecaman tegas terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang menggunakan istilah kolonial “Londo Ireng” untuk menggambarkan kalangan pers. Sikap bersama ini ditegaskan oleh empat Ketua PWI di wilayah Madura. Ini bentuk pertanggungjawaban moral dan bentuk perlindungan terhadap martabat profesi jurnalistik. Penolakan keras tersebut disampaikan secara kompak oleh Ketua PWI Sumenep Faisal Warid, Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam, Ketua PWI Sampang Hanggara Pratama Syahputra, serta Ketua PWI Bangkalan Mahmud Ismail. Mereka menilai penggunaan istilah bernuansa kolonial tersebut sangat merendahkan profesi wartawan dan mencederai kemerdekaan pers. “Kami mengecam keras pernyataan yang mengaitkan wartawan, jurnalis,…
SURABAYAONLINE.CO – Kepolisian Resor (Polres) Sampang memberikan respons resmi terkait pernyataan anggota DPRD Sampang yang menyebut adanya dugaan motif transaksional dalam kasus tindak pidana rudapaksa anak yang melibatkan 27 tersangka. Kasatreskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim, menegaskan bahwa hingga saat ini proses hukum yang berjalan belum menemukan bukti konkret yang mengarah pada dugaan transaksi tersebut. “Kami tidak anti-kritik, tetapi mari kita tetap fokus pada fakta hukum yang sedang berjalan,” tegas Nur Fajri saat dikonfirmasi wartawan via WhatsApp, Sabtu (25/7/2026). Meski begitu, pihak kepolisian menyatakan sangat terbuka terhadap berbagai masukan maupun informasi tambahan dari masyarakat yang dapat memperkuat pembuktian dalam…
Oleh: Kusbachrul, SH, Ketua Yayasan Satria Merah Jambu SURABAYAONLINE.CO – Di tengah hiruk-pikuk pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto, dua nama terus menjadi bahan spekulasi di kalangan elite politik dan pengamat keamanan: Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Keduanya adalah “warisan” dari era Presiden Joko Widodo yang hingga kini masih menduduki posisi strategis dalam arsitektur penegakan hukum nasional. Di saat Presiden Prabowo semakin sering menyuarakan perang melawan korupsi dan menegaskan pentingnya loyalitas serta eksekusi kebijakan yang cepat, pertanyaan yang mengemuka tidak bisa dihindari: akankah presiden baru mempertahankan keduanya, atau justru mengganti salah satu—atau bahkan kedua-duanya—demi…
Oleh: Kusbachrul, SH, Ketua Yayasan Satria Merah Jambu SURABAYAONLINE.CO – Pembentukan Universitas Republik Indonesia oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak dapat dibaca semata-mata sebagai penambahan satu institusi pendidikan tinggi baru. Ia adalah sebuah pernyataan politik. Ia merupakan bahasa kekuasaan yang mengungkapkan bagaimana negara memandang kualitas manusia Indonesia, masa depan kepemimpinan nasional, dan—secara diam-diam—kegagalan sistem pendidikan tinggi yang telah berjalan selama puluhan tahun. Pemerintah menjelaskan bahwa Universitas Republik Indonesia (URI) diarahkan untuk menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa. Dalam satu desain pendidikan yang lebih luas, universitas tersebut dikaitkan dengan pendidikan kebangsaan, sekolah unggulan, pembinaan aparatur, kebutuhan pemerintahan, serta penguatan sumber daya manusia strategis…
Oleh: Ni Kadek Ayu Wardani, S.T (Ketua DPC GMNI Surabaya Raya) (Disarikan dari Pemikiran DPC GMNI Surabaya Raya) Anomali Tata Kelola Negara dan Dilema Demokrasi Pasca-Reformasi SURABAYAONLINE.CO – Dua puluh lima tahun setelah gelombang Revolusi 1998 meruntuhkan tembok besi Orde Baru, konsensus elementer berbangsa dan bernegara kembali diuji dalam gelanggang diskursus tata kelola pemerintahan. Reformasi bukan sekadar peristiwa politik, melainkan rekonstruksi peradaban ketatanegaraan: pemisahan tegas antara ranah sipil dan militer, penghapusan dwifungsi ABRI, dan reposisi TNI-Polri sebagai alat negara yang profesional dan berjarak dari urusan-urusan administrasi kewargaan. Konsensus ini termaktub dalam Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri…
Oleh: Bismo Pratonggopati, SH (Budayawan) SURABAYAONLINE.CO – Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh perbincangan tentang “Raja Jawa” dan “rahasia gelap”-nya. Istilah yang semula hanya hidup dalam diskusi-diskusi antropologi dan sejarah itu tiba-tiba menyeruak ke permukaan, diperbincangkan di media sosial, podcast, hingga obrolan warung kopi. Ada yang menganggapnya sekadar sensasi, ada pula yang melihatnya sebagai cermin yang memantulkan wajah kekuasaan kita sendiri. Tapi mengapa, di abad ke-21, di sebuah negara yang konstitusinya menyatakan diri sebagai republik demokratis, kita justru dihantui oleh hantu feodalisme? Mengapa pola-pola kekuasaan yang berakar dari Keraton Mataram abad ke-17 terasa begitu relevan untuk membaca manuver-manuver politik kontemporer?…
SURABAYAONLINE.CO – Kontingen Persatuan Olahraga Sepak Bola Penyandang Disabilitas (Persam) Madura, khususnya dari wilayah Pamekasan, resmi memulai perjuangannya pada ajang bergengsi Turnamen Menpora Cup 2026 Sepak Bola Amputasi Indonesia. Bertempat di Lapangan Mini Soccer Cibinong, Kabupaten Bogor, skuad Persam tampil percaya diri meski berlaga dengan keterbatasan. Dalam ajang nasional ini, Persam memboyong kekuatan sebanyak 15 personel yang terdiri atas 13 pemain dan 2 pejabat tim (official). Berdasarkan hasil undian (drawing), Persam dijadwalkan berhadapan dengan tim tangguh, Persewangi Banyuwangi. Ketua Persam Pamekasan, Dimas Beruntung, menyampaikan rasa optimisnya terhadap kesiapan mental dan fisik para atlet. Pihaknya mengusung tagline penuh makna pada turnamen…
Oleh: Gatot Sundoro SURABAYAONLINE.CO – Banyak sekali ulama ahli tafsir yang mengungkapkan dalil keberadaan ALLOH Ta’ala. Siapapun yang mau merenungi semua yang ada di langit dan di bumi, dengan segala bentuk dan variasi pernik perniknya, dia pasti akan berpikir bahwa dibalik itu semua pasti ada ZAT yang menciptakan. Seorang awam pernah mengajukan pertanyaan,” Apa dalilnya yang menunjukkan bahwa ALLOH itu ada?” Seorang ulama menjawabnya:” Maha Suci ALLOH; Ada jejak kaki, berarti ada yang baru lewat, ada kotoran hewan, berarti hewan itu ada; Ada langit dengan bintangnya, ada bumi dengan segala isinya, ada lautan dengan gelombang dan isi lautnya, bukankah itu…

