SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Gelanggang Remaja Surabaya menjadi saksi sengitnya persaingan sekitar 270 atlet karate dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Karate Porbikawa Jawa Timur digelar di Gelanggang Remaja, Surabaya, Minggu (11/10/2026).
Ajang bertajuk pembinaan ini diikuti oleh perwakilan atlet dari lima daerah di Jatim, yakni Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, dan Batu.
Ketua PB Porbikawa, Totok Lusida, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kejurprov sebagai agenda rutin perguruan. Kejurprov Jatim ini sekaligus menjadi batu loncatan awal dari transformasi Porbikawa yang terus berkembang di berbagai daerah.
“Ini adalah Kejurprov pertama yang digelar. Dulu Porbikawa dikenal sebagai perguruan kecil, namun kini terus kita kembangkan. Setelah Jatim, daerah lain seperti Sulawesi Selatan dan Manado juga disiapakan untuk menyelenggarakannya,” jelas Totok saat ditemui di lokasi pertandingan.
Totok juga mengungkapkan bahwa PB Porbikawa tengah mematangkan rencana untuk menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada tahun depan sebagai wadah kompetisi tingkat tertinggi.
Menariknya, pada Kejurprov Jatim kali ini, pihak pengurus memberikan dorongan motivasi khusus berupa apresiasi atau hadiah bagi keluarga yang mengirimkan lebih dari satu anggotanya sebagai atlet.
“Selain piagam yang dapat dimanfaatkan untuk jalur prestasi sekolah, kami menyajikan hadiah apresiasi bagi keluarga yang menyumbang dua hingga tiga atlet di Porbikawa. Ini bentuk motivasi agar mereka semakin bersemangat dan terus berprestasi,” pungkas Totok.
Ditemui ditempat yang sama Ketua Umum Pengprov Porbikawa Jatim, Kandradi Lookman, menyatakan bahwa jumlah peserta pada edisi kali ini telah memenuhi target yang ditetapkan panitia. Kejuaraan ini dirancang tidak hanya untuk mengasah kemampuan teknis para atlet, tetapi juga membangun karakter dan kepribadian generasi muda.
“Tujuannya tentu untuk meningkatkan prestasi atlet agar mereka semakin mencintai olahraga karate. Melalui ajang ini, kita ingin menanamkan jiwa kesatria, sportivitas, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab sejak dini,” ujar Kandradi di lokasi acara.
Ia menambahkan, para atlet yang berhasil keluar sebagai juara akan diproyeksikan masuk ke dalam program pembinaan bertingkat guna menjaring bibit-bibit unggul demi kemajuan karate Jawa Timur di masa depan.
Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara Susy Honest dalam laporannya menjelaskan kalau kejuaraan ini merupakan bagian dari pengembangan dan pembinaan Porbikawa di Jatim.
“Kejurprov Porbikawa Jatim ini menjadi ajang atlet untuk menguji kemampuan dan juga bisa dimanfaatkan oleh pengurus maupun pelatih untuk melakukan evaluasi. Selain itu juga sebagai wadah kompetisi dan memperkuat hubungan antar Pengcab yang ada di Jatim,” katanya. (ega)


