SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Denny Caknan di kawasan eks Hi-Tech Mal THR Surabaya ricuh pada Minggu (5/7) malam. Konser tersebut merupakan rangkaian kegiatan Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC).
Pagar pembatas besi ambruk mengakibatkan sepuluh orang luka ringan dan dua petugas luka luka kritis. Sepuluh pengunjung yang mengalami luka-luka dinyatakan pulang setelah dirawat di RSUD dr Soewandhie, Surabaya.
Sedangkan dua petugas yang terdiri dari satu anggota TNI mengalami luka patah di paha kaki kiri. Sedangkan satu petugas BPBD mengalami luka patah di leher belakang. Dua pasien tragedi konser Denny Caknan kini masih berada di RSUD Soewandi dan menjalani perawatan intensif. Hal itu dijelaskan oleh Plt Direktur RSUD dr Soewandhie Billy Daniel Messakh. “Sore ini, maksimal besok Selasa pasien luka berat akan dioperasi,” ujarnya.
Sementara, satu petugas damkar mengalami patah tulang leher. Rencananya Kamis nanti akan menjalani tindakan operasi. “Hari ini masih MRI. Sementara 10 penonton lainnya sudah pulang. Mereka keluhannya sesak karena terimpit dan terinjak. Kondisinya sudah baik dan diperbolehkan pulang,” jelasnya.
Peristiwa ambruknya pagar besi tersebut sempat terekam oleh video amatir. Konser Denny Caknan diselenggarakan di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya. Tiketnya gratis sehingga pengunjung membludak. Membludaknya pengunjung membuat panitia membatasi para penonton dengan menutup pagar besi utama .
Karena ada pembatasan, sehingga penonton yang dari luar pagar mencoba menerobos masuk sehingga pagar besi tidak kuat menahan desakan. Sedangkan dari sisi dalam pagar, petugas TNI dan polisi mencoba menahan pagar besi dari dorongan penonton sisi luar. Namun pagar besi tidak mampu membendung dorongan dari penonton. Hal itu diungkapkan Kanit Lantas Polsek Tambaksari Surabaya Iptu Hari Karyono saat pawas piket malam.
“Saya pada saat itu jaga di luar karena mengatur lalu lintas. Penonton sangat banyak sehingga suara penonton dengan jatuhnya pagar hampir bersamaan. Jadi saya gak tahu betul. Kalau jumlah persisnya (korban) saya tidak tahu. Pokoknya ambulan dari PMI datang ke lokasi lalu membawa beberapa pasien ke rumah sakit,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Polrestabes Surabaya, terdapat 21 korban luka, dua di antaranya petugas babinsa. Lalu, masih ada 12 orang luka dirawat di RSUD Dr Soewandhie.
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri turut prihatin atas kejadian yang menimbulkan banyak korban. Dia juga mendengar kabar bahwa korban tidak ditangani dengan baik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).
“Mestinya sigap, di mana ada kerumunan secara otomatis mereka harusnya bisa antisipasi, saya mendengar keluhan beberapa korban yang mengaku tak tertangani dengan baik,” kata Syaifuddin, Senin (6/7).
Ia meminta RS harus siap dalam hal sarana dan prasarana maupun sumber daya manusianya. Khususnya pelayanan di RSUD Dr Soewandhie. “Bukan kali ini saja, saya sering menerima komplain warga terkait keluhan layanan kesehatan di rumah sakit Soewandhi, tolong diperbaiki,” tegasnya.
Syaifuddin pun bakal memanggil Dinas Kesehatan dan dirut RSUD Dr Soewandhie meminta penjelasan terkait pelayanan kepada korban kericuhan konser semalam. “Ini ndak bisa dibiarkan seperti ini, emanlah Suroboyo kota-ne apik, tapi layanan kesehatan dikeluhkan. Ayo kita perbaiki bersama,” pungkasnya.(*)


