SURABAYAONLINE.CO – Seorang Balita tewas setelah terjatuh dari lantai 3 saat hendak berobat bersama orang tuanya di Rumah Sakit Hermina, Jl. Ring Road Barat, Kecamatan Manguharjo, Madiun Kota, Rabu (29/04/2026) sekira pukul 19.00.
Saat itu juga korban berjenis kelamin perempuan warga Kecamatan Mejayan (Caruban) itu sempat langsung menjalani perawatan di rumah sakit yang sama, namun jiwanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia, Kamis (30/04/2026).
Aparat Kepolisian Polres Madiun Kota langsung melakukan olah tempat kejadian, termasuk memintai keterangan pihak rumah sakit dan saksi mata.
“Sampai saat ini masih tahap pengumpulan data dari teman-teman Satreskrim,” kata Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto, kepada jurnalis, Kamis (30/04/2026).
Sejumlah pemilik warung kopi yang membuka usahanya di kanan-kiri rumah sakit itu, juga nampak terkesan kompak tutup mulut. Mereka mengaku tidak tahu adanya kejadian tersebut.
“Wah, saya kok gak tahu ya ada peristiwa itu. Masak sih ada anak tewas jatuh dari lantai 3 rumah sakit itu?,” aku para pemilik warung dalam bahasa jawa.
Namun dua orang pria (muda dan paruh baya) yang tengah ngopi di warung dan mengaku sedang menunggu keluarganya dalam perawatan di rumah sakit itu, membenarkan adanya Balita tewas setelah terjatuh dari lantai 3 rumah sakit tersebut.
Kepada koresponden, Jumat (01/05/2026), pria muda itu mengatakan, korban berjenis kelamin perempuan dan berusia sekitar 4 atau 5 tahun. Saat kejadian, katanya, korban bersama orang tuanya bermaksud hendak berobat ke rumah sakit tersebut.
Sumber yang mengaku warga Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Madiun, itu berada di rumah sakit karena sedang menunggu kakak perempuannya, yang opname di lantai 4 karena mengalami patah tulang punggung.
“Iya ada peristiwa itu. Tapi jatuhnya di sisi mana saya tidak tahu. Kemungkinan jatuh dari balkon (anak tangga). Infonya korban tinggal di Kecamatan Mejayan (Caruban). Dia anak perempuan masih kecil,” tutur pria muda yang menunggu keluarganya selama 3 hari terakhir itu.
Sedangkan pria paruh baya yang mengaku warga Kecamatan Kwadungan, Ngawi, juga membenarkan adanya kecelakaan yang dialami Balita di rumah sakit itu. Pria itu mengaku sedang menunggu pamannya, warga Kecamatan Kartoharjo, Magetan, yang sakit komplikasi dan opname selama seminggu terakhir.
“Iya ada anak kecil terjatuh dan meninggal dunia. Itu kejadiannya Rabu (29/04/2026) malam. Tapi saya tidak tahu jatuhnya karena melompat pagar, atau terperosok dari tangga naik-turun itu,” tuturnya.
Sementara pihak otoritas rumah sakit swasta itu belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut. Aktivitas rumah sakit berlantai 5 itu terlihat normal, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda usai terjadi kecelakaan menelan nyawa Balita.
Dirut RS Hermina, dr. Fitri Ayu Rachmawati, MHPM., juga tidak membalas permintaan konfirmasi tertulis yang disampaikan koresponden, Jumat (01/05/2026). (fin)


