Sebanyak 20 orang dilaporkan hilang saat banjir lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat. Sementara 15 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang telah ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Rabu (15/5/2024).
Dengan ditemukannya 15 orang yang sempat hilang itu, berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (16/5/2024) jumlah total korban banjir lahar dingin Gunung Marapi sebanyak 67 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Bukittinggi, Sumatera Barat, korban yang ditemukan dalam keadaan kematian dunia.
Selain itu, untuk keluarga terdampak berjumlah 989 keluarga yang juga berkurang dari sebelumnya sebanyak 1.543 keluarga, dan korban luka-luka bertambah sebanyak 44 orang dari sebelumnya 33 orang.
Para korban tersebut dilaporkan berasal dari lima kabupaten/kota terdampak bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi yakni Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, dan Padang Panjang.
“Semuanya masih dalam proses pencarian dan identifikasi, sehingga masih dapat berubah,” jelasnya.
Namun, ia memastikan semua kebutuhan korban dan warga yang terdampak bencana ini akan terpenuhi selama masa tanggap darurat diberlakukan hingga 14 hari ke depan, termasuk sejak Senin (13/5/2024).
Kepala BNPB Suharyanto pun terus melaporkan kondisi penanganan dampak bencana hidro-meteorologi tersebut kepada Presiden Joko Widodo yang meminta semua kebutuhan prioritas dapat terpenuhi secara cepat, termasuk memastikan upaya pencegahan potensi bencana susulan dapat terlaksana dengan baik.
Sumber: Antara


