SURABAYAONLINE.CO – Kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat dan tokoh publik lainnya, diakui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berpengaruh terhadap psikologis investor.
Seperti dilaporkan Kompas.com, Airlangga sangat menyayangkan kasus yang melibatkan mantan Kepala Staf Kepresidenan sekaligus eks Kapolri, Listyo Sigit Prabowo. “Tentu sangat disayangkan, ya, terhadap penyadapan.”
“Akibatnya adalah bukan dari segi fundamental, tapi dari sentimental. Karena ekonomi kan faktor psikologis itu juga memengaruhi,” kata Airlangga di Jakarta pada Jumat kemarin menyoroti dampak ekonomi dari kasus tersebut.
Dirinya juga mengapresiasi gerak cepat Kepolisian dalam mengungkap kasus yang sempat menjadi perhatian masyarakat tersebut. Menurutnya hal itu dapat meredam resiko negatif terhadap situasi dan kondisi ekonomi Indonesia.
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan tetap fokus menjaga fundamental ekonomi nasional di tengah dinamika sosial politik saat ini. “Yang penting kita jaga fundamental saja,” pungkasnya.
Sebegaimana diberitakan sebelumnya, pada Selasa (3/11/2026) malam, Bareskrim Polri mengumumkan penetapan tersangka kepada mantan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bersama dua jenderal lainnya, atas dugaan kasus penyadapan illegal terhadap Presiden Prabowo Subianto, dan lainnya, yang dilakukan sepanjang tahun 2025 hingga 2026.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, penyidik telah menetapkan terhadap 3 orang tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin. (RM)


