SURABAYAONLINE.CO – Indonesia secara resmi menjalin kerja sama dengan Swiss guna memperkokoh kedaulatan digital nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pengembang Kawasan Ekonomi Khusus digital di Batam, Nongsa Digital Park, dan perusahaan penyedia layanan sovereign cloud serta AI asal Swiss, PHOENIQS.
Kedutaan besar Indonesia di Berlin dalam siaran persnya pada Senin (2/11/2026) kemarin mengatakan bahwa melalui kerjasama tersebut, memungkinkan peningkatan kapasitas Indonesia dalam mengembangkan pusat data berbasis sovereign AI yang berguna bagi industri terutama perbankan, telekomunikasi, dan smart manufacture.
Selain itu, selaku pemilik data, Indonesia akan memiliki kontrol sepenuhnya (sovereign) yang berbeda dengan data residency-berfokus pada lokasi penyimpanan data di dalam negeri, tanpa menjamin kendali penuh atas sistem dan enkripsinya.
Bertempat di markas supercomputer AI PHOENIQS, Basel-Landschaft, Swiss, kesepakatan tersebut resmi ditandatangani pada 29 Oktober 2026 oleh Thomas Taroni selaku Executive Chairman PHOENIQS AG dan Marco Bardelli selaku Chief Business Officer Nongsa Digital Park.
Prosesi penandatanganan perjanjian ini disaksikan secara langsung oleh Presiden Kanton Basel-Landschaft Thomi Jourdan serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Konfederasi Swiss dan Kepangeranan Liechtenstein Ngurah Swajaya.
“Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia-dengan populasi 280 juta jiwa, demografi usia muda, serta tingkat konektivitas digital yang tinggi-Indonesia bukanlah sekedar pasar potensial, melainkan laboratorium yang sempurna untuk inovasi teknologi digital berskala luas dan berbasis AI,” kata Ngurah Swajaya.
Ia juga menekankan bahwa PHOENIQS AG ditempatkan sebagai pendorong sovereign AI dari Swiss, sedangkan Nongsa Digital Park diposisikan sebagai pusat pengembangan teknologi strategis di Asia Tenggara.
Kesepakatan MoU ini merupakan hasil konkret dari Forum Bisnis Indonesia-Swiss bertema ekonomi digital dan AI yang telah berlangsung di Kanton Zug, Swiss, pada Juni lalu. (RM)


