SURABAYAONLINE.CO – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, sekaligus menetapkan sejumlah keputusan strategis untuk mendukung agenda pertumbuhan bisnis perseroan di sektor nikel dan bahan baku baterai kendaraan listrik.

Dalam RUPST yang digelar pada Selasa (23/6/2026), pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025 serta mengesahkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Sepanjang 2025, MBMA mencatat pendapatan sebesar sekitar US$1,435 miliar dengan EBITDA mencapai US$219 juta, meskipun industri nikel global menghadapi tekanan akibat pelemahan harga komoditas.

Kinerja tersebut didukung peningkatan volume produksi nikel, kontribusi yang semakin besar dari operasi hilir, serta penerapan disiplin biaya di seluruh rantai bisnis Perseroan.

Salah satu kontributor utama pertumbuhan MBMA adalah tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang menjadi fondasi model bisnis terintegrasi Perseroan.

Sepanjang 2025, SCM memproduksi sekitar 7 juta wet metric tonnes (wmt) bijih saprolit dan 14,7 juta wmt bijih limonit.

Sementara itu, lini hilir Perseroan juga mencatat kinerja positif dengan produksi Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 73.871 ton, High-Grade Nickel Matte (HGNM) sebanyak 19.998 ton, serta Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebesar 25.994 ton.

Presiden Direktur MBMA, Teddy Nuryanto Oetomo, mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan bisnis Perseroan di tengah tantangan pasar global.

“MBMA berhasil mempertahankan kinerja yang tangguh di tengah tekanan harga nikel global, didukung oleh peningkatan volume produksi dan peningkatan margin di operasi hilir. Kami akan terus mempercepat pengembangan ekosistem hilir terintegrasi untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang Perseroan,” ujarnya.

Memasuki 2026, MBMA menargetkan peningkatan produksi di seluruh lini usaha.

Perseroan membidik produksi bijih saprolit sebesar 8 juta hingga 10 juta wmt, sedangkan produksi bijih limonit ditargetkan mencapai 20 juta hingga 25 juta wmt.

Pada sektor hilir, MBMA menargetkan produksi Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 70.000 hingga 80.000 ton serta High-Grade Nickel Matte (HGNM) sebesar 44.000 hingga 48.000 ton sepanjang tahun 2026.

Selain meningkatkan produksi, Perseroan juga terus mempercepat penyelesaian sejumlah proyek strategis guna memperkuat integrasi rantai pasok bahan baku baterai.

MBMA telah mengoperasikan Feed Preparation Plant (FPP) yang memungkinkan pengiriman slurry limonit melalui jalur pipa dari tambang SCM menuju fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) milik PT ESG New Energy Material.

Di sisi lain, proyek HPAL SLNC dengan kapasitas terpasang 90.000 ton nikel per tahun terus berjalan sesuai jadwal. Perseroan menargetkan commissioning lini pertama fasilitas tersebut pada semester kedua 2026.

Dalam RUPST MBMA 2026, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Direksi Perseroan.

James Nicholas dan Ashutosh Srivastava Fausimm resmi diangkat sebagai Direktur Perseroan efektif sejak penutupan rapat.

James Nicholas akan menjalankan fungsi sebagai Chief Financial Officer (CFO), sedangkan Ashutosh Srivastava Fausimm akan memperkuat aspek operasional sebagai Direktur Operasional.

Sementara itu, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Anthony Kartono Tan dari jabatan Direktur Perseroan.

Menurut Teddy, penguatan struktur manajemen dilakukan untuk mendukung agenda pertumbuhan MBMA dalam industri bahan baku baterai kendaraan listrik.

“Penguatan susunan Direksi diharapkan dapat mendukung fokus MBMA pada disiplin keuangan, eksekusi operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang seiring pengembangan posisi Perseroan dalam rantai nilai bahan baku baterai,” katanya.

Selain agenda persetujuan laporan keuangan dan perubahan Direksi, Perseroan juga menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahun 2025.

Ke depan, MBMA menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efisiensi operasional, menjaga disiplin alokasi modal, serta memperkuat portofolio bisnis bahan baku baterai yang terintegrasi.

Perseroan juga berupaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik global melalui pengembangan hilirisasi nikel, operasional yang berkelanjutan, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version