SURABAYAONLINE.CO – Bea Cukai Malang memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha berorientasi ekspor untuk mendorong peningkatan ekspor nasional. Sepanjang Juli 2026, Bea Cukai Malang menggelar Klinik Ekspor dengan mendatangi empat UMKM dan satu perusahaan di wilayah Malang.

Pendampingan tersebut mencakup pengembangan usaha, strategi ekspor, pemanfaatan fasilitas kepabeanan, hingga perluasan akses pasar internasional.

Kegiatan Klinik Ekspor dilaksanakan di CV Rojoawak Food Factory pada 10 Juli, Keripik Tempe Bu Karsi dan CV Eva Sukses Makmur pada 24 Juli, serta PT Danera Kurnia Madju pada 31 Juli 2026.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi, mengatakan kunjungan langsung dilakukan untuk mengetahui potensi, perkembangan bisnis, sekaligus berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam memperluas pasar ekspor.

“Melalui Klinik Ekspor, kami ingin hadir tidak hanya sebagai pemberi layanan kepabeanan, tetapi juga sebagai mitra yang mendampingi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya hingga mampu bersaing di pasar internasional,” kata Pitoyo dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Salah satu pelaku usaha yang mendapat pendampingan adalah CV Rojoawak Food Factory di Kecamatan Kromengan. Tim Klinik Ekspor meninjau proses produksi keripik pisang menggunakan teknologi vacuum frying.

Produk unggulan perusahaan, Chipstory Vacuum Fried Banana Crunch, telah menembus pasar Singapura dan Filipina. Produk tersebut juga telah didukung sejumlah legalitas, termasuk sertifikasi halal dan izin edar BPOM.

Selain pasar ekspor, produk keripik pisang tersebut dipasarkan melalui marketplace dan berbagai pusat oleh-oleh.

Pendampingan juga dilakukan kepada Keripik Tempe Bu Karsi pada 24 Juli. Produk UMKM tersebut telah diekspor ke Singapura.

Dalam asistensi tersebut, pelaku usaha menyampaikan tantangan persaingan harga di pasar internasional. Kondisi itu mendorong pelaku usaha untuk mempertahankan kualitas produk sekaligus meningkatkan efisiensi produksi agar tetap kompetitif.

Pada hari yang sama, Bea Cukai Malang mengunjungi CV Eva Sukses Makmur yang memproduksi pupuk organik cair dan benih tanaman.

Perusahaan tersebut telah melakukan ekspor ke Timor-Leste. Namun, tingginya biaya logistik melalui jalur darat masih menjadi kendala dalam pengembangan pasar.

Untuk menekan biaya distribusi, perusahaan tengah menjajaki skema pengiriman bersama atau consolidated shipment dengan pelaku usaha lain.

Persiapkan Ekspor ke Jerman

Klinik Ekspor kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Danera Kurnia Madju di Kota Malang pada 31 Juli 2026.

Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan rempah-rempah dan keripik buah kering tersebut tengah mempersiapkan pengiriman produk ke Jerman. Sebelumnya, perusahaan telah mengirimkan sampel produk kepada calon pembeli di negara tersebut.

Bea Cukai Malang memberikan pendampingan terkait kesiapan ekspor, termasuk pemenuhan berbagai perizinan, peningkatan kualitas produk, serta strategi untuk memperkuat daya saing di pasar internasional.

Dalam setiap kunjungan, Tim Klinik Ekspor juga memberikan masukan mengenai strategi pengembangan ekspor, pemanfaatan fasilitas kepabeanan, perluasan jejaring bisnis, dan pentingnya menjaga komunikasi dengan pembeli di luar negeri.

Pelaku usaha turut didorong memanfaatkan promosi digital dan mengikuti kegiatan business matching untuk memperluas akses terhadap calon pembeli di pasar internasional.

Bea Cukai Malang menilai pendampingan secara berkelanjutan diperlukan agar pelaku usaha semakin siap menghadapi persaingan global. Klinik Ekspor juga diarahkan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai prosedur kepabeanan, tetapi membantu pelaku usaha mengidentifikasi peluang dan menyelesaikan kendala dalam proses ekspor.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version