SURABAYAONLINE.CO – Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menegaskan bahwa inovasi produk, penguatan strategi pemasaran, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan menjadi faktor utama agar UMKM di Kabupaten Malang mampu berkembang dan naik kelas.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Cangkrukan Ekonomi Pancasila yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di NK Café, Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (5/8/2026).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, perbankan, dan pelaku UMKM sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang akan digelar pada akhir Agustus 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Badan Teknologi dan Inklusi Intelijen Keuangan Kementerian Keuangan RI, Asisten Deputi Pembiayaan Investasi UMKM Kementerian UMKM RI, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang mengikuti secara daring, Ketua MUI Pusat, Ketua PWNU Jawa Timur, jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Malang Raya, mantan Wali Kota Malang Sutiaji, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, General Manager PLN Jawa Timur, Kepala Kanwil DJP Jawa Timur III, Direktur Utama Bank Jatim dan Bank Jatim Syariah beserta jajaran, Kepala Cabang Kanwil BNI Surabaya, pimpinan perguruan tinggi, panelis, serta narasumber.

Sebagai tuan rumah, Wakil Bupati Malang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Malang sebagai lokasi penyelenggaraan forum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Lathifah menyoroti masih besarnya tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner. Ia menilai inovasi produk, baik melalui pengembangan olahan baru maupun pembaruan kemasan, menjadi kebutuhan agar mampu bersaing di tengah perubahan selera pasar.

“Kalau ingin bisnis, terutama di bidang kuliner, harus selalu ada inovasi. Kelemahan kita sering kali ada pada bidang pemasaran,” ujarnya.

Selain inovasi, Lathifah menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi keberlanjutan usaha keluarga. Ia mendorong anak-anak pelaku UMKM untuk menempuh pendidikan tinggi agar memiliki wawasan, kreativitas, kemampuan manajerial, serta jaringan yang lebih luas dalam mengembangkan usaha.

Pemerintah juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai program bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai langkah mencetak generasi penerus UMKM yang profesional.

“Jika pelaku UMKM memiliki pendidikan tinggi, kreativitas dan jaringannya akan semakin meningkat. Kami ingin memberikan pendampingan pendidikan agar anak-anak ini bisa melanjutkan usaha orang tuanya secara lebih profesional dan berkembang,” katanya.

Pada kesempatan itu, Lathifah juga membagikan pengalaman Koperasi Annisa Muslimat NU dalam membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan usaha produktif sebagai alternatif dari praktik pinjaman berbunga tinggi atau bank titil. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya riba harus diiringi dengan penyediaan akses permodalan yang sehat, mudah, dan terjangkau.

Melalui Cangkrukan Ekonomi Pancasila, Pemerintah Kabupaten Malang berharap terbentuk ekosistem UMKM yang semakin kuat, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Sinergi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, perguruan tinggi, serta lembaga keuangan dinilai menjadi kunci dalam mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM di Kabupaten Malang dan Jawa Timur.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version