SURABAYAONLINE.CO – Surabaya Great Expo 2026 resmi dibuka Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Exhibition Hall Grand City, Surabaya, Rabu (5/8/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-15, Surabaya Great Expo 2026 ditargetkan mampu mencetak transaksi lebih dari Rp9 miliar sekaligus menjadi ajang promosi produk unggulan UMKM yang dipadukan dengan layanan publik.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, optimisme tersebut didukung semakin meningkatnya kualitas produk yang ditampilkan para pelaku UMKM, mulai dari fesyen, batik, hingga kuliner khas Surabaya. Salah satu produk yang menarik perhatian adalah batik hasil kolaborasi desainer dengan anak-anak Rumah Anak Prestasi (RAP).

“Dengan kualitas produk yang semakin menarik, saya berharap omzet tahun ini bisa melebihi Rp9 miliar seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Eri.

Menurutnya, Surabaya Great Expo 2026 menjadi momentum memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan. Salah satunya adalah produk gelato buatan pelaku UMKM Kecamatan Sawahan yang turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Eri menegaskan Pemkot Surabaya tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga menjadi bagian dari pemasaran produk UMKM dengan mempromosikan serta menggunakan produk lokal dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

“Pemkot juga harus menjadi marketing bagi UMKM. Produk lokal Surabaya, baik pakaian maupun makanan, harus kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kualitasnya luar biasa dan layak menjadi pilihan warga maupun wisatawan,” katanya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Surabaya Great Expo 2026 juga menghadirkan berbagai layanan publik. Pengunjung dapat mengakses layanan perizinan, pendampingan sertifikasi halal, pendaftaran merek, hingga layanan paspor di lokasi pameran.

Konsep tersebut dikemas sebagai one stop shopping, sehingga masyarakat dapat berbelanja produk UMKM sekaligus mengurus berbagai kebutuhan administrasi dalam satu tempat.

Selain memperkuat promosi UMKM, Pemkot Surabaya juga menyiapkan Surabaya Urban Creative Hub (Sub Expocenter) di kawasan eks Hi-Tech Mall sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif dan industri digital bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menjelaskan Surabaya Great Expo 2026 merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian melalui pemberdayaan UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif.

Ia mengungkapkan, selama periode 2022-2025, penyelenggaraan Surabaya Great Expo telah membukukan akumulasi transaksi lebih dari Rp30,3 miliar. Sebanyak 370 UMKM binaan telah difasilitasi, sementara sekitar 450 pelaku usaha memperoleh dukungan legalitas berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, dan pendaftaran merek.

“Tahun ini mengusung tema Surabaya Business Start. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, pembeli, dan masyarakat untuk membangun jejaring bisnis yang produktif,” ujar Mia.

Pada tahun ini, Surabaya Great Expo 2026 diikuti 106 peserta dengan total 142 stan yang berasal dari perangkat daerah, BUMD, BUMN, UMKM, koperasi, perusahaan swasta, asosiasi usaha, hingga pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.

Pemkot Surabaya menargetkan transaksi selama lima hari pelaksanaan mencapai Rp7 miliar dengan jumlah kunjungan sekitar 47.650 orang.

Selain pameran produk, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan pendukung seperti talk show pengembangan usaha, lomba kreasi sambal antarkota, konsultasi merek, pendampingan sertifikasi halal, hingga informasi ekspor dan impor.

Mia menegaskan, keberhasilan Surabaya Great Expo 2026 tidak hanya diukur dari besarnya transaksi selama pameran berlangsung, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha memperluas akses pasar, membangun jejaring bisnis, dan meningkatkan daya saing produk lokal secara berkelanjutan.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version