SURABAYAONLINE.CO – PLN Nusantara Power (PLN NP) membukukan 71 penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar di Bali, 10 September 2026. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas berbagai inovasi sosial dan lingkungan yang dikembangkan di wilayah operasi perusahaan.
Dari 15 unit pembangkit yang mengikuti ajang tersebut, PLN NP meraih 17 Platinum, 19 Gold, 30 Silver, satu Best Participant, dua penghargaan Kategori Khusus, serta dua penghargaan Local Hero.
Di balik capaian tersebut, berbagai program yang dikembangkan PLN NP mengangkat persoalan lingkungan dan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari pengolahan limbah buah naga, pengelolaan sampah pesisir, hingga penguatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah pembangkit.
Salah satu inovasi datang dari PLN NP UP Rembang melalui Pijar Gemilang, akronim dari Program Pengelolaan Limbah untuk Kesejahteraan Desa Trenggulunan dan Gerakan Ekonomi Mandiri Terintegrasi dengan Limbah Buah Naga.
Program tersebut meraih penghargaan kategori khusus Inovasi dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan. Inovasi Pijar Gemilang mengintegrasikan pengelolaan limbah buah naga dengan upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Masih dari UP Rembang, inovasi ECO DRAGON meraih Gold kategori Inovasi Sosial. Program ini membangun siklus hijau buah naga berbasis masyarakat dengan mengintegrasikan limbah buah naga, sampah rumah tangga, serta fly ash and bottom ash (FABA).
Inovasi pemberdayaan masyarakat juga dikembangkan PLN NP UP Muara Tawar melalui Rebon Lestari. Program tersebut mengembangkan konsep Green Coastal Energy Ecosystem dan meraih penghargaan kategori khusus Inovasi dalam Upaya Transisi Energi Bersih, sekaligus Gold kategori Inovasi Sosial.
Sementara itu, PLN NP UP Cirata di Jawa Barat menghadirkan Cirata Geulis (Generating Sustainability for Livelihood Resilience) yang meraih penghargaan Gold. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan penghidupan masyarakat di sekitar wilayah pembangkit.
Sejumlah inovasi lainnya juga mendapatkan apresiasi. PLN NP UP Pekanbaru UL PLTA Koto Panjang melalui Kampung Patin meraih Platinum kategori Inovasi Sosial. PLN NP UP Gresik menghadirkan SEMAR WATU untuk mengembangkan Desa Wisata Pelemwatu dengan pendekatan sejahtera, mandiri dan lestari.
Sedangkan PLN NP UP Pacitan mengembangkan SUMANTRI BERSERI sebagai upaya mendukung Sungai Maron agar tetap lestari, bersih dan berdikari.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa transformasi keberlanjutan dapat dimulai dari persoalan yang ada di sekitar masyarakat.
“Kami percaya inovasi terbaik sering kali lahir dari keberanian melihat persoalan dengan cara yang berbeda. Limbah dapat menjadi sumber daya, persoalan lingkungan dapat menjadi peluang pemberdayaan, dan masyarakat bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga bagian penting dari solusi,” ujar Ruly.
Menurutnya, PLN Nusantara Power tidak hanya berupaya menghasilkan listrik, tetapi juga mendorong terciptanya nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Ruly menambahkan, penghargaan ENSIA 2026 menjadi apresiasi sekaligus pengingat bagi PLN NP untuk terus memperluas dampak program. Setiap unit pembangkit didorong memahami karakteristik lingkungan dan masyarakat sekitar sehingga inovasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, dalam ENSIA 2026 menyoroti tantangan triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Menurut Jumhur, inovasi sosial dan lingkungan dari dunia usaha diperlukan untuk mendorong kontribusi nyata dalam pemulihan lingkungan, pengelolaan sampah, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, transisi energi bersih hingga pengembangan ekonomi hijau.
ENSIA 2026 mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”. Ajang tersebut diikuti 253 perusahaan dengan 954 paper dan 48 Local Hero.
Jumlah peserta tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper.
Pada ENSIA 2026, kategori khusus Inovasi dalam Upaya Transisi Energi Bersih juga dihadirkan. Kategori tersebut memperkuat keterkaitan antara ketahanan energi, efisiensi sumber daya, pengurangan emisi dan pembangunan berkelanjutan.
Bagi PLN Nusantara Power, berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan menuju bisnis pembangkitan yang semakin berkelanjutan.
Energi berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan proses menghasilkan listrik, tetapi juga bagaimana pembangkit dapat tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Dari limbah buah naga yang diolah menjadi sumber daya, kawasan pesisir yang dikelola bersama masyarakat, hingga desa yang diperkuat ekonominya, berbagai inovasi PLN NP menunjukkan upaya menghubungkan aspek energi, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem keberlanjutan.


