SURABAYAONLINE.CO – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi utama penciptaan lapangan kerja dan penggerak ekonomi kerakyatan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, penguatan UMKM menjadi strategi penting untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik sekaligus mencetak wirausaha baru yang produktif dan berdaya saing.

Menurutnya, peran UMKM sangat strategis dalam struktur perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, UMKM menyumbang 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap 90 persen tenaga kerja, serta berkontribusi 15 persen terhadap ekspor Indonesia.

“Meningkatnya risiko ketidakpastian ekonomi global menuntut kemandirian ekonomi Indonesia melalui penciptaan wirausaha baru dan peningkatan kapasitas UMKM,” ujar Perry saat peluncuran Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu di Jakarta, Senin (22/6).

Ia menambahkan, BI akan memperkuat pembinaan UMKM melalui pemilihan model bisnis terbaik agar lebih teruji dan berdampak langsung di lapangan.

Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu tersebut dilaksanakan secara nasional melalui jaringan 46 Kantor Perwakilan BI, bersinergi dengan kementerian/lembaga, pemangku kepentingan strategis, lebih dari 3.000 UMKM binaan, serta lebih dari 1.500 pesantren yang telah diberdayakan.

Perry menegaskan, penguatan kewirausahaan menjadi kunci utama kemajuan UMKM yang dibangun melalui pendidikan, evaluasi, serta implementasi model bisnis yang telah terbukti berhasil.

“Motivasi yang kuat, semangat pantang menyerah, dan kemampuan membangun kerja sama merupakan fondasi penting bagi kemajuan UMKM,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi sinergi BI bersama pemerintah dan berbagai pihak dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk pemberdayaan pesantren.

Ia menilai, penguatan ekonomi pesantren menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi umat serta memperluas dampak ekonomi syariah di masyarakat.

Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu ini juga selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, memperluas akses ekonomi dan keuangan, serta menciptakan lapangan kerja.

Program ini dirancang secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan kapasitas kewirausahaan, pendampingan usaha, inovasi produk, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar ekspor.

Adapun empat program unggulan yang akan dijalankan pada 2026 meliputi Cangkir Barista untuk penguatan industri kopi, Citra Nusa untuk UMKM wastra, Air Berkah Indonesia untuk kemandirian pesantren melalui AMDK, serta Tani Berkah Indonesia yang fokus pada penguatan sektor pertanian berbasis pesantren.

Melalui program tersebut, BI bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menargetkan terciptanya ekosistem kewirausahaan nasional yang lebih produktif, inovatif, inklusif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version