Pasca UHC, Masyarakat Khawatir Pelayanan Tak Maksimal

SURABAYAONLINE.CO | BANGKALAN – Penerapan program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Bangkalan, pada hari Selasa (18/10) kemarin, muncul kekhawatiran dari masyarakat, terhadap pelayanan di setiap puskesmas maupun rumah sakit.

Kekhawatiran itu, disebutkan oleh aktivis Lira saat melakukan audiensi bersama Dinas Kesehatan dan Komisi D, di ruang banggar DPRD Kabupaten Bangkalan, Jumat (21/10).

“Kami khawatir, pasca Bangkalan UHC ini malah berimbas pada pelayanan jadi tidak maksimal atau tidak prima,” kata Moh. Yasin, anggota Lira (Lumbung Informasi Rakyat) saat beraudiensi.

Yasin menyebutkan, saat ini segala bentuk pelayanan di Puskesmas maupun rumah sakit, pasca deklaralari UHC, masyarakat saat ingin berobat sudah tidak dipungut biaya alias gratis.

Hal itu, tidak memandang status, baik miskin maupun kaya tetap akan mendapatkan layanan gratis, yang terpenting terdaftar di BPJS Kesehatan kelas 3.

“Jangan sampai, dengan digratiskannya rumah sakit ini, malah tidak berimbang dengan pelayanan yang prima, harus tetap maksimal,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) yang diwakili konsultan hukumnya, Risang Bima Wijaya mengatakan, jika pelayanan kesehatan tidak maksimal karena gratis, maka tenaga kesehatan yang tidak memaksimalkan pelayanan harus disanksi.

Sebab, dengan UHC ini, tenaga kesehatan (nakes) ini kesejahteraannya sudah dijamin oleh UHC tersebut. Bahkan, bisa saja nanti kesejahteraanya akan meningkat, karena nilai kapitasinya akan tinggi.

Selain itu, puskesmas ini juga dijamin oleh UHC, sehingga tidak mungkin pelayanan tidak maksimal. Jika pelayanan tidak maksimal, maka nakesnya yang harus di sanksi.

“Jika ada nakes yang malas bekerja karena gratis, maka nakes itu harus dicopot, karena kesejahteraan nakes ini dijamin, karena kapitasi mereka meningkat dengan UHC ini,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan. Dia juga mengatakan, jika nanti ditemukan ada pelayanan yang tidak maksimal karena UHC, pihaknya akan mengevaluasi nakes tersebut.

“Kalau memang nanti terjadi yang demikian, kami akan evaluasi dan kami akan rekomendasikan agar nakes itu segera diganti,” kata Nur Hasan.