Belanja Modal Untuk Pembangunan Infrastruktur di RI Naik Hingga 62%

SURABAYAONLINE.CO – Di tengah pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang belum berakhir, pemerintah tetap berkomitmen membangun infrastruktur. Ini terlihat dari belanja modal yang meningkat pesat.

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, melaporkan realisasi belanja modal di APBN 2021 mencapai Rp 118.7 triliun hingga akhir September. Melonjak 62,2% dibandingkan periode yang sama pada 2020.

“Tahun lalu belanja modal terhenti karena Covid baru memukul Indonesia sehingga terjadi pelemahan dan kelumpuhan belanja modal,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita edisi Oktober 2021, Senin (25/10).

Realisasi belanja modal terbesar, lanjut Sri Mulyani, adalah pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan yang sebesar Rp 52,6 triliun. Disusul oleh peralatan mesin Rp 45,3 trilun dan gedung bangunan Rp 15,1 triliun.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadi pihak yang paling banyak melakukan belanja modal, yaitu Rp 50,7 triliun. Kemudian ada Kepolisian RI (Rp 19,2 triliun), Kementerian Pertahanan (Rp 18,5 triliun), dan Kementerian Perhubungan (Rp 9 triliun).

Sejumlah proyek yang berhasil dibangun sejauh ini adalah:

  • 62,28% dari target 10 bendungan baru dan 43 lanjutan senilai Rp 11,94 triliun.
  • 67,8% dari target pembangunan 600 km jaringan irigasi. Rehabilitasi 72,19% dari target 3.900 km. Total belanja Rp 4,4 triliun.
  • 55,46% dari target pembangunan 213,63 km jalan. Preservasi 78,29% dari target 57.793,54 km. Total belanja Rp 17,9 triliun.
  • 68,23% dari target 216,84 km spoor jalur kereta api senilai Rp 1,9 triliun.
  • 33% dari target 21 rumah sakit dan alat kesehatan. Total belanja Rp 0,31 triliun.
  • 57,8% dari target pembangunan 18.945,24 m jembatan. Preservasi 73,08% dari target 508.614,39 m senilai Rp 3,57 triliun.
  • 89,8% dari target modernisasi almatsus dan sarpras Polri 29.372 unit senilai Rp 16,16 triliun.
  • 5,8% dari target modernisasi alutsista, non-alutsista, dan sarpras pertahanan 8.412 unit. Total belanja Rp 12,4 triliun.