Tips Marketing ala Seth Godin         

SURABAYAONLINE.CO – Seth Godin adalah seorang pengusaha, penulis, dan pembicara publik asal Amerika Serikat. Ia sudah membayangkan seperti apa dunia pemasaran di tahun-tahun yang akan mendatang. Mengutip dari Entrepreneur.com, Godin mengatakan, “kata pemasaran seharusnya berarti ‘apa yang kita sebut ketika kita membuat sesuatu yang diinginkan orang”.. Berikut beberapa Tips Marketing di bawah ini ala Seth Godin;

Yang pertama, Jangan mencari pelanggan untuk produkmu, temukan produk untuk pelangganmu. Sebenarnya ini adalah hukum utama dari bisnis, perhatikan konsumen kemudian bisnis akan berjalan. Namun di era televisi, banyak marketer yang menurut Seth kehilangan kemampuan untuk melihat apa yang sebenarnya esensial kemudian berusaha bermain aman dengan hanya menggunakan cara-cara yang sejatinya tidak bisa diukur. Contohnya seperti iklan televisi ataupun banner-banner fisik lain.

Kemudian yang kedua, Gunakan uangmu untuk menciptakan produkk yang luar biasa, maka kamu tidak perlu lagi menghabiskan uangmu untuk beriklan. Menurutnya, marketing tradisional hanya berfokus pada berapa banyak uang yang bisa dikeluarkan untuk iklan adalah sesuatu yang sudah selayaknya ditinggalkan. Dan di masa depan metode ini akan tergantikan dengan bagaimana memberikan janji yang benar-benar bisa melibatkan dan memberi pengaruh pada orang-orang.

Yang ketiga, Tidak ada yang namanya prduk untuk semua orang. Perubahan pada pasar telah membuat marketing harus berubah dan berevolusi kembali di masa depan. Brand kini harus mau untuk memperhatikan apa yang diinginkan oleh pasar jauh lebih serius dari pada dahulu. Bukan pada produk, namun pada bagaimana para audiens dilibatkan dan dianggap penting. Dan saat ini marketing adalah aspek perusahaan yang terus menerus berubah.

Keempat, Alasan mengapa harga terlihat sebagai satu-satunya yang dipedulikan pelangganmu, jawabannya adalah karena kamu tidak memberikan hal lain untuk mereka pedulikan. Menarik pula ketika Seth masih juga mengkritik bagaimana sebuah perusahaan berinvestasi pada relasi konsumen atau engagement marketing, namun tidak benar-benar mengerti bagaimana untuk berkomunikasi dengan konsumen. Contohnya adalah sistem call center yang kerap kali menimbulkan kesan tidak nyaman.

Dan yang terakhir, Marketing bukan lagi soal Apa produk yang kamu jual, tetapi apa cerita yang kamu sampaikan. menurut Seth pemasar dan ahensi tidak boleh lagi berada di tahap akhir sebuah proses bisnis. Namun harus di depan dan turut memengaruhi proses bisnis perusahaan. Baik dalam segi, pengembangan produk, finansial, dan teknologi. Make things that matter. (Windi)