Ancaman Penipuan Bagi Pemilik Bisnis dan Pelaku UMKM melalui “Smishing”

SURABAYAONLINE.CO – Aksi penipuan sangat marak terjadi hingga hari ini. Beragam hal dilakukan oleh orang yang tidak bertanggug jawab dalam mengelabui orang-orang. Setelah banyaknya penipuan terkait hadiah, pulsa dan lainnya. Kali ini ancaman penipuan yang dipatut dikhawatirkan terjadi adalah “Smishing”.

Smishing adalah bentuk serangan siber yang relatif baru yang mengancam jutaan konsumen dan usaha kecil di seluruh dunia. Smishing adalah bentuk “phishing” menggunakan SMS atau pesan teks atau pesan email untuk menarik penerima mengklik tautan palsu yang mengarahkan mereka ke situs tempat pertukaran informasi pribadi atau malware diunduh tanpa disadari.

Biasanya, Smishing ini mengelabui korbannya dengan mengirimkan pesan yang tampaknya dari Bank, Perusahaan, Lembaga Pemerintah dan sumber lain yang tidak kredibel.

Pesan-pesan ini memiliki fungsi dalam meminta penerima untuk mengonfirmasi informasi pembayaran atau detail keuangan lainnya serta penerima diminta untuk mengeklik tautan atau menanggapi pertanyaan. Aktivitas semacam ini juga memberi tahu peretas bahwa nomor telepon itu kredibel dan aktif, yang kemudian membuka peluang bagi peretas untuk mengirimkan malware sehingga dapat membahayakan informasi pribadi korban.

Mengutip dari The Guardian, pada tahun 2020, menurut FBI, bentuk serangan Simshing ini merugikan orang-orang di Amerika lebih dari $50 Juta dan hal ini diperkirakan akan terus meningkat secara signifikan.

Oleh karena itu, cara terbaik untuk melawan serangan ini adalah dengan lebih waspada. Sementara itu, apabila mendapatkan sms atau email dari pihak Bank, Asuransi, lembaga pemerintah atau yang lain dengan meminta informasi pribadi maka perlu waspada. Karena perusahaan atau lembaga pemerintah hampir tidak pernah meminta pelanggan untuk menanggapi sms atau email dengan informasi pribadi mereka.

Disisi lain, apabila menjalankan suatu bisnis maka tingkatkan pelatihan dan kesadaran bagi karyawan. Karena apabila korban dari simshing adalah seorang karyawan, maka beresiko berdampak pada perusahaan atau bisnis tersebut.

Pastikan karyawan atau pegawai dapat mengenali pesan yang mencurigakan serta sering-seringlah meninjau rekening Bank untuk memastikan tidak ada aktivitas yang tidak terduga. Pada akhirnya, pelaku bisnis dan pelaku UMKM perlu mengandalkan akal sehat karyawannya untuk mengetahui jenis penipuan ini dan menghindarinya. (Vega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *