Bupati Gresik Bakal Lakukan Pemerataan Pembangunan

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani akan menghapus ketimpangan wilayah, mendorong pemerataan pembangunan hingga pelosok pedesaan.

“Pada tahapan ini, kita tetap harus melangkah bersama untuk pembangunan Gresik seutuhnya. Bersama kita menghapuskan ketimpangan wilayah, mendorong pemerataan pembangunan dari relung perkotaan hingga pelosok pedesaan, serta mari berbenah untuk mengatasi permasalahan yang nyata,” pinta Gus Yani saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) Kabupaten Gresik 2021 – 2026, di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik, Rabu (23/6).

Karena pandemi Covid-19, pembukaan Musrenbang di dalam ruangan hanya diikuti 17 orang undangan. Mereka adalah bupati, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Sekda Gresik Abimanyu Poncoatmojo, Ketua Bappeda serta beberapa Kepala OPD Pemkab Gresik.

Sedangkan 245 peserta lainnya mengikutinya melalui daring, mereka di antaranya Wakil Bupati Gresik, Anggota Forkopimda Gresik, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Kepala Bappeda Kabupaten Lamongan, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Surabaya dan Kota Mojokerto.

Peserta daring lainnya, Ketua TP PKK dan Ketua GOW Gresik, Kepala OPD se Kabupaten Gresik, pelaku usaha, NGO, pers, komunitas serta beberapa pemangku kepentingan di Kabupaten Gresik.

Menurut Gus Yani, Musrenbang adalah forum rembuk akur yang diharapkan mampu memberikan masukan kritis berdasarkan permasalahan nyata pembangunan Gresik.

Bupati merumuskan Rancangan Indikator Kinerja Utama yaitu Indeks Reformasi Birokrasi dari 69,4 ditargetkan sebesar 88,6 pada akhir periode RPJMD.

Indeks Inovasi Daerah 3,549 ditargetkan 5,200 pada akhir periode RPJMD, Indeks Daya Saing Daerah dari 2,68 ditargetkan sebesar 3.72 pada akhir periode RPJMD; Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dari 74,25 ditargetkan sebesar 81,22 pada akhir periode RPJMD;

Indeks Pembangunan Gender dari 90,03 ditargetkan sebesar 93,64 pada akhir periode RPJMD; Pertumbuhan Ekonomi dari -3,68% ditargetkan tumbuh mencapai 5,5% pada akhir periode RPJMD; Indeks Williamson diharapkan mampu mengurangi ketimpangan hingga mencapai nilai 87 pada akhir periode RPJMD.

Indeks Pembangunan Manusia dari 76,1 ditargetkan sebesar 81,12 pada akhir periode RPJMD; Indeks Kesalehan Sosial ditargetkan mencapai angka 74 pada akhir periode RPJMD; Menurunkan Tingkat Pengangguran terbuka dari 8,21 persen ditargetkan menjadi 5,54 persen pada akhir periode RPJMD; Menurunkan Tingkat Kemiskinan dari 12,4 persen ditargetkan menjadi satu digit yati pada kisaran 9,15-8,50 persen.

“Gagasan inklusif ini akan kita tuangkan dalam penyempurnaan Rancangan RPJMD 2021-2026 yang selanjutnya akan dibahas dalam tahapan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah bersama DPRD Kabupaten Gresik,” ujar bupati.

Melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol, Kepala Bappeda Gresik Hermanto Sianturi mengatakan RPJMD ini menjabarkan visi misi bupati terkait isu strategis selama 5 tahun, sejak dilantik 26 Februari 2021.

“Sengaja Musrenbang hanya menghadirkan 17 orang peserta di dalam ruangan mengingat pandemi Covid. Selain peserta luring, melalui teknologi informasi kami juga mengundang 245 stakeholder melalui jaringan,” katanya. (san)