Pemuda Lajang Ini Meninggal karena Sapi, Begini ceritanya

SURABAYAONLINE.CO  Blitar – Pemuda berusia 25 ini layak di apresiasi, walau sebagai petani yang mempunyai dua ekor lembu piaraannya, dan kesetiaannya pada lembunya tiada tara, namun naas pemuda yang bernama Hengki Kurniawan ini harus meninggal dunia karena ulah sapi piaraannya, setelah lajang ini diseruduk sapinya hingga pingsan.

Walau sakit atas serudukan sapinya dia tetap setia mencarikan rumput dengan kondisi sakit,akhirnya bujangan ini di temukan tewas di ladang jagung saat merumput.

Pemuda asal desa Panggungrejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar ini di temukan dengan kondisi tewas di ladang jagung desa setempat, setelah warga desa dan keluarganya mencari pada Sabtu (24/4) malam.

Kejadian itu berawal ketika pria lajang ini pada Sabtu siang (24/4) berpamitan kepada orang tuanya untuk merumput ke ladang jagung yang tak jauh dari rumahnya untuk pakan ternak sapinya.

Namun hingga sampai Sabtu jelang berbuka puasa korban tak kunjung pulang, karena kekhawatiran pihak keluarga, apa lagi kondisi korban masih sakit setelah kejadian diseruduk sapi pada Kamis (22/4) sampai pingsan, akhirnya pihak keluarga mencari keberadaan Hengki pencarian itu rupanya sia sia, setelah dibantu tetangganya untuk mencari keberadaan Hengki di sekitar perkampungan bahkan sampai malam belum di temukan, karena dugaan warga korban masih di seputaran ladang Jagung,
ternyata dugaan warga benar, korban di temukan dengan posisi tergeletak di antara tanaman jagung agak di tengah ladang, dan saat diperiksa ternyata pemuda ini sudah tidak bernyawa.

Atas kejadian ditemukannya korban, oleh warga di laporkan ke perangkat Desa Panggungrejo dan di teruskan ke Polsek Panggungrejo.

Dengan ditemukannya warga desa meninggal dunia di ladang jagung tersebut, Kapolsek Panggungrejo AKP. Rusmin melalui Kasubag Humas Polres Blitar membenarkan peristiwa penemuan korban atas laporan perangkat desa dan masyarakat setempat.

“Betul korban ditemukan warga di Kebun jagung jaraknya kurang lebih 25 meter dari rumah korban dalam keadaan meninggal dunia dan sudah di tangani Polsek Panggungrejo dan Reserse Kriminal (Tim Inafis) ,”kata AKP.Imam Subechi seijin Kapolres Blitar AKBP.Leonard M Sinambela.

Masih menurut mantan Kapolsek Sutojayan ini, dari keterangan dari paman korban, korban sebelumnya sekitar 3 hari lalu (Kamis 22/4) sore sempat diseruduk sapinya saat sedang memberi makan lembunya di kandang, sehingga korban terlempar dan membentur tiang kandang yang terbuat dari beton, karena tepat mengenai kepala bagian belakang dan sempat pingsan karena benturan dengan tiang beton, selain itu pipi korban juga mengalami luka akibat kejadian tersebut.

“Oleh pihak keluarga Korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan untuk perawatan di Puskesmas setempat, rupanya korban tidak mau dirawat dan meminta pulang,” AKP.Imam Subechi menambahkan.

Atas kejadian ditemukannya korban tewas di ladang jagung, setelah di lakukan pemeriksaan kondisi luar oleh Dokter jaga Puskesmas dengan di saksikan perangkat desa bersama pihak keluarga, dan tidak ada tanda tanda kekerasan, maka pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan tidak berkenan untuk dilakukan autopsi, dari pihak keluarga membuat surat pernyataan yang diketahui Kepala Desa Panggungrejo dan saksi dari keluarga.

“Karena pihak keluarga korban tidak menghendaki untuk di otopsi, selanjutnya kita serahkan kepada keluarga untuk segera di makamkan dan pihak keluarga juga membuat surat pernyataan di saksikan Kepala desa serta pihak keluarga dan saksi saksi ,” pungkas AKP.Imam Subechi.Ari.