Pertama Kalinya Organisasi di Sumenep Terlibat Dalam Kampanye One Billion Rising

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Salah satu organisasi sektor mahasiswa di Kabupaten Sumenep untuk pertama kali nya terlibat dalam kampanye One Billion Rising (OBR) di Indonesia.

One Billion Rising (OBR) “Kebangkitan Satu Miliar” merupakan gerakan global yang dimulai sejak 2012 sebagai bagian dari kampanye, untuk membawa kesadaran pada tingginya jumlah pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap perempuan melalui tarian.

OBR biasanya, dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan Hari Valentine atau hari kasih sayang 14 Februari dan sudah diikuti 200 negara di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia

Kegiatan  OBR tahun ini mengambil tema “Perempuan Indonesia bangkit lawan Covid-19 dan segala bentuk kekerasan, pemerasan, perampasan dan diskriminasi,” dimulai sejak jam 10.00 hingga 12.00 Wib. Acara ini dibuka dengan Pidato 5 koordinator One Billion Rising (OBR) Internasional yang memberikan apresiasi terhadap konsistensi OBR indonesia untuk meyuarakan persoalan perempuan ditanah air dan dilanjutkan speak out 35 organisasi baik di Indonesia dan luar negeri

Menurut Srigatin, Ketua Panitia dan Koordinator Jaringan Buruh Indonesia mengatakan, One billion Rising merupakan wadah untuk membangun solidaris lintas sektor

“OBR ini sebagai ajang untuk merajut solidaritas bagi perempuan pekerja, migran, tani, buruh, Mahasiswa, Jurnalis dan seluruh sektor untuk saling mendukung perjuangan.” Katanya, saat memberi sambutan. 14/02/2021

Sementara Zubaidah Direktur Beranda Perempuan Jambi menambahkan,  tingginya kasus kekerasan disokong oleh ekonomi politik indonesia yang memberikan jalan bagi segilintir orang untuk menguasai aset sumberdaya alam, sehingga terjadi subordinasi perempuan dan ketimpangan “situasi ini memiskinkan banyak rumah tangga sehingga mendorong terjadinya KDRT, kasus perkawinan anak dan sulitnya akses pendidikan bagi perempuan,” tambahnya

Sementara itu, perwakilan Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS), Arisya Dinda Nurmala Putri mengaku baru pertama kalinya organisasi di Kabupaten Sumenep terlibat di OBR. “Ini pertama kalinya kami ikut berpartisipasi dan di sumenep baru ini terlibat dalan penyelenggaraan OBR,” katanya selepas acara

Ia berharap, kedepan lebih banyak lagi organisasi-organisasi ditingkat lokal yang terlibat dalam OBR. Karena menurut dia, hingga saat ini perempuan-perempuan di Sumenep masih mengalami subordinasi, beban kerja ganda yang disebabkan masih langgengnya kultur feodal patriarki. Apalagi kata dia, melihat rencana pemerintah melakukan eksplorasi tambang fosfat akan mengakibatkan perempuan petani miskin kehilangan sumber kehidupan, dan berpotensi terjebak dalam kemiskinan akut

“Kedepan di Sumenep berpotensi merupakan semakin kehilang hak-hak demokratisnya. Saya berharap lebih banyak lagi perempuan yang terlibat,” tandasnya.

Berdasarkan pantaun kegiatan OBR secara virtual ini berjalan lancar, dan pada sesi penutupan, Erwina Sulistiyangsih sebagai moderator acara mengajak semua peeserta untuk menampilkan video dan poster dan berfhoto bersama.

Untuk diketahui OBR 2021 di Indonesia diselenggarakan 35 organisasi yaitu, Abstraksi Cirebon, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekan Baru, Aliansi Perempuan Merangin, Asosiasi Buruh Migran Indonesia (ATKI)
Taiwan, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Bali, Beranda Perempuan Jambi, Cherbon Feminist, FAM’S Front Aksi Mahasiswa Sumenep, Front Mahasiswa Nasional (FMN) UNBARI Jambi, Gannas Community Taiwan, HMI Kota Jambi, Indonesian Family Network (IFN)  Singapura, International Migrant Alliance (IMA), Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) Hong Kong, Jaringan Buruh Migran Indonesia
(JBMI) Hong Kong Macau, Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) NTT, Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI), Kelompok Perempuan (KELEPON) Jawa Tengah, KOPRI PMII Wonosobo, KOPRI PMII  Kota Jambi, LBH Bandung, LRC-KJHA, OPSI Riau, PASTY Riau, Pelita Padang, Perkumpulan Scale Up Riau, PMII, PPSW Sumatera , SBSI’92 Kota Cimahi Jabar, Save Our Sister (SOS) Jambi, WALHI Jambi, WCC Pasundan Durembang, Women March Cirebon, Yayasa hutan Riau. Thofu