Proses Hukum Pengrusakan Garis Polisi Belum Selesai, Cafe ‘Apoeng Ketha’ Dibuka Kembali

 

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep- Cafe ‘Apoeng Ketha’ yang terletak di Desa Muangan, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, kembali diperboleh kan beroprasi oleh pihak kepolisian.

Cafe yang pada sebelumnya sempat ditutup pada tanggal 09 November 2020 tahun lalu karena diduga sering dijadikan tempat dugem dan meminum minuman keras (miras). Bahkan cafe itu diduga juga dijadikan tempat pesta sabu. Cafe ‘Apoeng Ketha’ juga sempat kembali digrebek pihak kepolisian pada 02 Januari 2021 yang lalu karena diduga nekat beroprasi. Pada penggerebekan kala itu pihak Kepolisian mendapati Police Line yang dipasang rusak serta mengamankan barang bukti.

Selang beberapa waktu sejak pengrusakan pengrusakan Police Line tersebut, tepatanya pada hari Sabtu tanggal 16 November 2021 cafe ‘Apoeng Ketha’ resmi beroprasi kembali. Kabag Ops Polres Sumenep Kompol Achmad Robial beralasan dibukanya kembali cafe tersebut lantaran telah mendapat persetujuan dari Kapolres Sumenep dengan catatan tempat tersebut diubah menjadi rumah makan dan wisata sungai.

“Landasan dibuka kembali karena ada surat permohonan dari pengelola Apoeng untuk dibuka kembali dan disetuji oleh Kapolres,” katanya kepada sejumlah awak media, Sabtu, 16/01/2021.

Tidak hanya itu, Robial mengaku bahwa di tempat itu tidak akan ada lagi ruangan dugem (Room). Sebab di sana hanya diperbolehkan membuka rumah makan dan tempat wisata sungai.

“Roomnya tidak ada, ini akan direnovasi semuanya menjadi tempat terbuka. Hanya tempat makan saja, tidak ada lagi yang namanya Room,” ungkapnya.

Sementara itu berbeda dengan Kabag Ops kuasa hukum pengelola cafe Apoeng Ketha, Moh. Siddik kepada awak media mengaku bahwa tempat room di tempat tersebut tetap ada, hanya saja dibuat transparan.

“Ya seperti itu permohonan yang diajukan dan disetujui Kapolres Sumenep, berkaitan dengan tempat Room tetap ada, hanya saja dibuat transparan,” ungkapnya.

“Permohonan Room yang jelas ada, cuma di buat transparan,” tambahnya.

Selain itu, Siddik mengaku bahwa pihak pengelola cafe tersebut sudah mengurus izin usaha baru ke perizinan. Bila sebelumnya cafe tersebut diberi nama Apoeng Ketha, dalam izin yang baru diubah menjadi Resto Apoeng.

Kasus Pengrusakan Dipastikan Tetap Dilanjut

Kendatai telah diperbolehkan beroprasi kembali, pihak Kepolisian memastikan bahwa prosea hukum yang sedang berlangsung tetaplah dilanjutkan, hal itu ditegaskan oleh Kabags Ops Polres Sumenep Achmad Robial yang menyatakan saat ini kasus pengrusakan Police Line masih dalam lidik dan akan terus mengejar dan memburu pelaku. Kendati hingga saat ini Polres belum berhasil menangkapnya.

“Berkaitan dengan perusakan itu, tetap kami proses sampai tuntas,” ucapnya.

Bahkan pada keterangan tanggal 12 Januari 2021 Kompol Achmad Robial mengatakan sudah memanggil beberapa saksi termasuk dalam hal itu pengelola cafe ‘Apoeng Ketha’, dan dari hasil pemeriksaan saksi dalam memberi keterangan terkesan saling lempar. “Semua saling lempar, gak tau-gak tau semuanya (jawab saksi red), otomatis kalau dibukak ada yang membukak,” terangnya. 12/01/2020

Ia juga berjanji kala itu akan terus mengejar pelaku yang diduga melakukan tindakan pengrusakan Police Line yang sudah dipasang oleh pihak Kepolisian Sumenep

“Untuk yang membuka Police Line akan kami kejar terus orangnya sampai ketemu” tegasnya saat ditemui di kantornya kala itu.

Simpang Siur Pemilik Cafe

Hingga saat ini cafe ‘Apoeng Ketha’ masih belum jelas siapa pemiliknya atau simpang siur. Berdasarkan keterangan pihak Kepolisian dalam hal ini Kabag Ops Achmad Robil, mengatakan bahwa pemilik cafe tersebut sudah berpindah tangan dari orang yang bernama Hamsuri sebagai pemilik pertama, kepada salah satu Kepala Desa di Kecamatan Bluto bernama Warid.

“Untuk saat ini sudah dialihkan ke klebun (Kepala Desa red) Warid,” kata Robi. Sabtu 16/01/2020.

Senada dengan pihak Kepolisian, pemilik pertama Hamsuni ketika dikonfirmasi salah seorang wartawan lewat pesan singkat media sosial whatshap pada jum’at 15 Januari 2021, mengatakan cafe ‘Apoeng Ketha’ sudah berpindah kepemilikan kepada warid. “Saya gadai dari bulan September kalau gak salah mas ke kelebun warid,” demikian bunyi pesan Hamsuri

Namun, ketika dikonfirmasi pada hari dan tanggal yang sama Kepala Desa Warid justru meminta wartawan untuk mengkonfirmasi kepihak Dinas Perizinan Kabupaten Sumenep untuk mengetahui siapa pemilik cafe ‘Apoeng Ketha’ sebenarnya. “Makanya aku sudah kasih petunjuk tanya ke perijinan. Maka kamu akan tau siapa pemilik Apoeng,” demikian jawab Warid dalam pesan singkat media whatshapp 15/01/2020.

Lebih lanjut dalam pesan WA tersebut, Warid menyuruh konfirmasi kepada pemiliknya terkait dengan pengrusakan Police Line, karena pada sbelumnya dimintai keterngan mengenai pengrusakan Police Line. Bahkan dalam pesan itu, Ia mengatakan kalau wartawan yang sedang memintai konfirmasi tersebut tidak memiliki kecerdasan. “Jadi kamu nanyak pas sama pemiliknya siapa perusak garis polisi, tak cerdas kamu,” katanya lebih lanjut dalam pesan whatshap tersebut. (Thofu)