Dugaan Bayi Tertukar: 1 Desember Akan Dilakukan Tes DNA

SURABAYAONLINE.CO, SUMENEP- Dugaan Bayi tertukar di RSUD Moh Anwar, Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur sudah memasuki tahap penyidikan dan sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep. Jum’at 27/11/2020

Seperti diketahui dugaan bayi tertukar ini, sempat membuat pihak manajemen RSUD Moh Anwar dipanggil untuk dimintai klarifikasi oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep.

Disisi lain pasien yang menduga bayinya tertukar saat melakukan proses persalinan di RSUD Moh Anwar, yaitu pasangan suami istri Nurma Ningsih (25) tahun dan Subroto (27) tahun, warga Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang tersebut. Pada beberapa waktu yang lalu sudah membuat lapora ke Polres Sumenep untuk ditindak lanjuti.

Laporan dugaan bayi tertukar tersebut, saat ini masih dalam proses penyidikan oleh unit perlindungan perempuan dan anak Polres Sumenep, untuk selanjutnya akan dilakukan test DNA.

“Iya mas sudah ditangani unit perlindungan perempuan dan anak dan akan dilakukan proses DNA,” ujar Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti melalu pesan singkat Whattshap. Jum’at 27/11/2020

Adapun proses test DNA oleh pihak Kepolisian Sumenep akan di lakukan pada 1 Desember 2020 mendatang. Widiarti juga menyampaikan bahwa dalam melakukan proses test DNA pihak Kepolisian Sumenep akan dibantu oleh tim dari Polda Jawa Timur, yang langsung turun ke Sumenep.

“Tim dari Polda Jawa Timur (RS Bhayangkara red), tanggal 1 Desember akan ke Sumenep untuk test DNA,” kata Widiarti

Menurut Widiarti, test DNA ini sangatlah penting untuk mengatahui kebenaran akan laporan dugaan bayi tertukar di RSUD Moh Anwar. sehingga kasus ini dapat menemukan titik terang.

“Karena hanya dengan test DNA bisa terang semuanya,” tandasnya

Kami juga mengkonfirmasi kepada AKP Widiarti perihal sampel yang akan digunakan untuk test DNA. Ia menyampaikan dengan singkat akan dilakukan sesuai dengan laporan. “Sesuai laporan yang masuk,” singkatnya

Karena pada sebelumnya pasien pasangan suami istri yang diduga bayinya tertukar sempat menunjukkan dua foto bayi yang memiliki perbedaan. Kami juga mempertanyakan, apakah yang akan dilakukan test DNA adalah kedua foto bayi yang ditunjukkan pelapor ke sejumlah awak media?

AKP Widiarti menjawab bahwa pihak tidak bisa memastikan. Ia beralasan bahwa hal itu bukanlah ranah humas Polres Sumenep melainkan ranah penyidik di unit perlindungan perempuan dan anak. Sedangkan humas Polres Sumenep kata Widiarti hanya menyampaikan proses kasusnya saja tidak pada substansi dari tindaklanjut laporan.

“Tunggu tanggal 1 mas, sudah ranah penyidik, humas hanya menyampaikan kulit luarnya saja,” tutupnya singkat. (Thofu)