IPM Masih Rendah di Sumenep, Fattah Jasin Akan Lakukan Wajib Belajar 12 Tahun Secara Gratis

SURABAYAONLINE.CO, SUMENEP-Rendahnya Indeks pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, mendapatkan atensi khusus dari Paslon nomer urut 2 Fattah Jasin dan KH Ali Fikri. Jum’at (13/11/2020) malam.

Menurut Fattah Jasin hal itu salah satunya disebabkan dari rendahnya angka partisipasi sekolah yang hanya berkisar 5,45 tahun. Dengan asumsi presentase semacam itu artinya, kurang lebih 56 persen Kepala keluarga di Kabupaten Sumenep hanya lulusan Sekolah Dasar (SD).

“Angka partisipasi sekolah itu hanya 5,45 tahun, Jadi dari data itu hampir 59 persen Kepala Keluarga di Sumenep hanya lulusan Sekolah Dasar,” Jelasnya kepada awak media setelah mengikuti silaturrahmi Kebangsaan Jum’at 13 November 2020 jam 21.31 WIB.

Akibatnya indeks pembangunan Manusia di Kabupaten Sumenep berada diurutan ke 32 dari 38 Kabupaten/Kota di Provensi Jawa Timur yakni hanya 65,25 persen. Bahkan diakui Fattah Jasin masih kalah dari Kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Pemekasan. Padahal Sumenep ini memiliki kultur kraton harusnya bisa lebih baik

“Saat ini kita di urutan ke 34 di Jawa Timur, dan masih kalah dari Kabupaten Pamekasan,” herannya.

Untuk itu ia akan melakukan beberapa terobosan untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah. Sehingga dapat berimbas terhadap membaiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumenep. Salah satunya dengan memaksimalkan program wajib belajar 12 tahun secara gratis. Selain itu menurut ia selama ini ukuran angka indeks pembangunan manusia itu hanya diukur berdasarkan sekolah formal, padahal Sumenep memiliki banyak Pondok Pesantren yang sangat luar biasa. Untuk itu penting memformalkan sekolah-sekolah yang ada di Pondok Pesantren

“Ya wajib belajar 12 tahun digratiskan. Selama ini angka IPM itu hanya di ukur sekolah formal, padahal di sumenep pesantren banyak dan luar biasa maka kita harus dukung Pesantren untuk di formalkan Sekolah-sekolahnya supaya masuk dalam hitungan,” tandasnya

Ia meyakini bahwa hal itu bisa dilakukan apabila dirinya diberikan mandat oleh rakyat untuk memimpin Sumenep, dalam 5 tahun ke depan. Karena menurutnya dirinya memiliki pengalaman yang cukup selama kurang lebih 34 tahun mengabdi di Provinsi Jawa Timur. Selama hampir 25 tahun di Badan Perencanaan Daerah Provensi Jawa Timur, mulai dari menjadi staf hingga menjadi Kepala Bappeda.

Hingga menurutnya ia memiliki banyak pengalaman, tentang program peningkatan partisipasi sekolah dari beberapa gubernur yang pernah memimpin Jawa Timur.

“Saya kan 34 tahun di provinsi saya di Bappeda hampir 25 tahun mulai dari staf jadi saya tau karakter gubernur. Ketika Pak Soekarwo ada Program Bosdamadin ketika Pak Imam Utomo ada beasiswa untuk anak tahfid,” yakin nya menutup. (Thofu)