Kepengurusan HIPPII Korwil Surabaya Terbentuk

SURABAYAONLINE.CO-Kepengurusan Korwil Himpunan Perawat Pencegah dan Pengendali Infeksi Indonesia (HIPPII) Surabaya terbentuk. Struktur kepengurusan sebanyak 17 orang dan Sulistyo Rini, SKep.Ns dari RS Haji Surabaya ditunjuk sebagai ketua.

Kepengurusan HIPPII Surabaya secara virtual dalam sebuah acara zoominar, Minggu (26/7/2020), disahkan Ketua DPW HIPPII Jatim, Bernedetta Indah Mustikawati, SKM. Zoominar tersebut juga  menjadi ajang  tukar pendapat dan masukan, serta silaturahmi antar anggota yang berasal dari sejumlah RS pemerintah dan swasta di Surabaya.

Menurut Sulistyo Rini, pembentukan kepengurusan HIPPII Korwil Surbayauang bernggotakan 65 orang tersebut bertujuan mewadahi dan meningkatkan  kemampuan Infection Prevention and Control Nurse (IPCN=Perawat pengendali dan pencegahan infeksi) di RS masing-masing.

“Ya, semoga dengan terbentuknya kepengurusan HIPPII Korwil Surabaya ini, rekan-rekan IPCN semakin solid, kompeten dan menjadi ajang komunikasi lebih intens, membahas permasalahan-permasalahan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi/PPI yang ditemui di lapangan. Untuk itu perlu kita susun program kerja terkait kegiatan keorganisasian, salah satu medianya adalah dengan melakukan pertemuan secara intens lewat zoominar seperti ini,” ujar Rinikepada lenteratoday.com.

Sementara itu Ketua DPW HIPPII Jatim, Bernedetta Indah Mustikawati SKM melalui sambutannya  menyatakan rasa gembira terbentuknya kepengurusan HIPPII Korwil Surabaya. Diharapkan, kepengurusan tersebut mampu membawa IPCN yang jadi anggotanya berbuat lebih terhadap rumah sakitnya masing-masing dan berkontribusi meningkatkan mutu rumah sakit dalam bidang pencegahan infeksi.

“Saya berharap dengan adanya kepengurusan ini, mampu meningkatkan IPCN-IPCN yang menjadi anggotanya mampu berbuat lebih terhadap rumah sakit tempat tugas mereka masing-masing dan berkontribusi meningkatkan mutu rumah sakit dalam bidang pencegahan infeksi,” ujar Bernedetta.

Sedangkan dalam zoominar juga terjadi diskusi membahas kendala-kendala IPCN terkait penanganan Covid-19. Dari diskusi disimpulkan, para perawat  IPCN harus mampu membuat risk management (manajemen risiko) rumah sakit untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Seperti persiapan sarana dan prasana, edukasi dan peningkatan kemampuan petugas penanganan covid-19, perlindungan tenaga kesehatan (nakes) hingga tata laksana penanganan kasus Covid-19 di rumah sakit masing-masing.

Sebagai agenda kegiatan perdana, HIPPII Korwil Surabaya berkoordinasi dengan HIPPII Jatim berencana menyelenggarakan kegiatan seminar atau diklat, pada pertengahan Agustus 2020 mendatang. “Sudah ada agenda acara, cuma masih dalam taraf pembahasan dan pematangan oleh bidang-bidang dalam struktur kepengurusan yang baru,” imbuh Rini.(gos)