Carut Marutnya Duduk Perkara Tanah Timan cs Persil 46 dan 47 di Gresik

SURABAYA ONLINE.CO-DPP GNPK Jatim-Tim sos Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam banyak menerima Laporan dari warga Gresik. Salah satunya adanya laporan tentang adanya Perolehan persil 46 dan 47 yang berasal dari tanah milik Pak Niti.

Pak Niti mewariskan kepada pak Timan cs . Setelah pak Timan wafat, tambak tersebut dikelola ahli waris Pak Akhenan dan di bantu oleh Pak Ikhsan anak mantu dari Pak Timan cs. Fisik masih di kuasai Pak Ikhsan dan ahli waris sampai saat ini.

Riwayat permasalahan tanah dengan H. Nadhlor

Pak Nadhlor membawa sekelomlok preman untuk menguasai lahan dan datang ke rumah Pak Timan cs untuk merampas surat Petok D berlambang Garuda. Berdasarkan Petok D no 432:
Persil 46 kelas d v luas 3.230 ha
Persil 47 kelas d v luas 0.409 ha

Perkiraan informasi yang didapat ahli waris setelah di telusuri, sudah terpecah menjadi 3 bidang:
1. Hidayatul rohmah :1.5 ha
2. Solikhatul makiyah : 1.5 ha
3. Aisatun nisa : 4 ha

Tiga anak tersebut adalah anak dari H. Nadhlor
Dan dulu masih di bawah umur

Tambak pak Timan cs masih d kuasai ahli waris sampai sekarang dan ahli waris tidak pernah menjual tambal tersebut kepada siapapun.
Pada saat tanggal 8 Mei 2020 berkas untuk pengajuan di BPN GRESIK sudah diserahkan
Dua berkas untuk persil 46 dan 47
Dan pada tanggal 12 Mei di infokan ada kekurangan berkas yaitu berita acara pemasangan tanda batas .

Pada tanggal 20 Mei 2020 kekurangan berkas sudah dilengkapi dan sudah diserahkan ke BPN Gresik

Pada tanggal 8 Juni SPS sudah keluar, dengan nomor berkas 83809/2020
dan 83799/2020. Terus pada tanggal tersebut juga sudah di bayar SPS- nya.
Pada tanggal 13 juni 2020 petugas ukur memberi tahu bahwa pengukuran di lakukan pada tanggal 15 Juni 2020 jam 10 pagi.
Lalu pada tanggal 15 juni 2020 di lakukan pengukuran di tempat lokasi tanah Timan cs

Petugas ukur yang datang mengukur saat itu
1. Ade Gita Kumara
2. Achmad Romadoni
Pengukuran Semua berjalan dengan lancar.

Akan tetapi tiba-tiba ada petugas ukur yang memberi tahu bahwa sudah terbit peta bidang di tanah Timan cs tersebut dengan 3 bidangan.

Menurut informasi 3 bidangan tersebut adalah anak dari H Nadhlor yang dulu masih di bawah umur.

Padahal ahli waris belum pernah memperjual belikan kepada siapapun dan fisiknya juga masih di kuasai oleh ahli waris.

Terkait dengan hal itu ketika di telusuri memang ada dugaan terjadi rekayasa terhadap peta bidang yang diduga dilakukan oleh antara Budi Riyanto pensiunan staf seksi survei pengkuran dan pemetaan serta Arif Mahmudianto oknum petugas ukur serta oknum lurah Yudiono lurah Manyar yang sampai sekarang masih menjabat.

Malahan Lurah Yudiono mencoret coret riwayat tanah pada tahun 1970 an seakan akan tanah tersebut sudah di jual belikan sampai habis.
Tetapi kutipan desa pada tahun 1981 tanah itu masih milik Timan belem pernah di jual belikan.

Kemungkinan tulisan atau coretan dari lurah tersebut di perkirakan pada tahun 2012.

Dan waktu kemarin tgl 17 juni 2020 notaris dan ahli waris menemui pak lurah guna menanyakan terkait peta bidang yang terbit di tanah Pak Timan cs
Hasil jawaban dari pak lurah , meminta Fotokopi SPS, Nanti satu atau dua hari akan diberi putusan MA katanya. Padahal di sini ahli waris belum pernah melakkuan persidangan dalam bentuk apapun.

Kronologi duduk perkara  Tanah Timan cs Persil 46 dan 47

Perolehan persil 46 dan 47 berasal dari Pak Niti. Pak Niti mewariskan kepada Pak timan cs setelah Pak Timan wafat, tambak tersebut dikelola ahli waris Pak Akhenan dan dibantu Pak Ikhsan anak mantu dari Pak Timan cs. Fisik masih di kuasai pak ikhsan dan ahli waris sampai saat ini.

Riwayat permasalahan tanah dengan H. Nadhlor

Pak Nadhlor membawa sekelomlok preman untuk menguasai lahan dan datang ke rumah pak Timan cs untuk merampas surat petok d berlambang garuda. Berdasarkan Petok D no 432:
Persil 46 kelas D V luas 3.230 ha
Persil 47 kelas D V seluas 0.409 ha

informasi yang didapat ahli waris setelah di telusuri, sudah terpecah menjadi 3 bidang:
1. Hidayatul rohmah :1.5 ha
2. Solikhatul makiyah : 1.5 ha
3. Aisatun nisa : 4 ha

3 anak tersebut adalah anak dari H. Nadhlor
Dan dulu masih di bawah umur

Tambak Timan cs masih dikuasai ahli waris sampai sekarang dan ahli waris tidak pernah menjual tambalk tersebut kepada siapapun.

Ketika awak media meminta pendapat Mariyadi SH MH Ketua DPP GNPK Jatim- Tim Sos Satgas Saber Pungli, tentang adanya dugaan keterlibaran oknum BPN Gresik, Mariyadi menjelaskan hendaknya kepala BPN Gresik supaya lebih ketat mengawasi anak buahnya, karena apabila ada kasus seperti ini, nanti dipikir oleh masyarakat kalau Kepala BPN nya yang gak becus bekerja.
Karena di Kab Gresik banyak sekali laporan dari Masyarakat tentang Masalah pencaplokan tanah yang melibatkan oknum lurah bermain dengan oknum BPN ujarnya(rr)