Email Kapolres Blitar Diduga Diretas Seseorang.

SURABAYAONLINE.CO-Kapolres Blitar AKBP. Ahmad Fanani Eko Prasetya S.IK terkejut setelah mengetahui email miliknya diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Atas kejadian itu Kapolres Blitar yang dikenal santun ini akhirnya menyebarkan peringatan melalui pesan WhatsApp (WA), dengan penjelasan bahwa email pribadi miliknya fanani.xxxxx@gmail.xxx. diduga telah diretas oleh orang lain.

Menurut AKBP.Ahmad Fanani jika emailnya telah diretas (bobol) diketahui sejak kemarin. “Awalnya saya akan login untuk mengecek email, tapi selalu gagal masuk dengan pasword yang biasa saya pakai, bahkan berulang ulang saya lakukan tidak bisa.” terang Pamen Polisi asli Jombang ini pada wartawan Rabu (10/6/2020).

Setelah dicoba beberapa kali tetap gagal tidak bisa login atau masuk ke emailnya, untuk itu hari ini orang nomor satu di jajaran Polres Blitar berinisiatif akan segera menyebarkan luaskan peringatan melalui pesan WhatsApp di beberapa group.

“Sebagai antisipasi, jika ada yang meminta sesuatu apa pun atau menyebarkan berita jelek dan lainnya, saya tegaskan itu dipastikan bukan dari saya,” tegas perwira dengan dua melati kuning di pundaknya ini.

Lebih jauh AKBP.Ahmad Fanani mengungkapkan, sebelumnya tidak bisa login ke email miliknya, hal tersebut dua hari yang lalu muncul notifikasi atau pemberitahuan, kalau ada yang berusaha masuk ke emailnya namun ditolaknya. “ Ada email masuk tapi saya tolak, setelah itu saya coba login atau masuk dengan password yang biasa saya gunakan sudah tidak bisa,” ungkapnya.

Dengan kejadian itu AKBP Fanani selain menyebarkan peringatan jika emailnya diretas, juga memblokir email miliknya agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Sudah saya laporkan agar diblokir, kalau ada yang dirugikan segera saya buat laporannya,” pungkas AKBP.Ahmad Fanani Eka Prasetya.S.Ik.

Mengenai apa motif diretasnya email pribadi tersebut, AKBP Fanani mengaku belum tahu, tapi yang penting menurutnya, memperingatkan dan berharap agar tidak terjadi adanya korban atau orang yang dirugikan atas bobolnya email miliknya.(Ari)