Sita 300 Ton Kristal Putih KEMENDAG Bongkar Mafia Gula

SURABAYAONLINE.CO-Malang (Jatim) – Di tengah situasi pandemik dan kondisi ekonomi yang sulit membuat pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok yang beredar di masyarakat.

Salah satu bahan pokok yang menjadi titik pengawasan adalah gula,harga beli gula dipasaran hari ini mencapai angka antara 15.000 sampai 20.000 per kg nya namun meskipun begitu karena kebutuhan masyarakat tetap membelinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun hal ini mungkin akan segera berakhir karena Kemendag telah mampu untuk mengungkap permainan harga gula di pasaran dan menyita 300 ton gula dari salah satu distributor nakal yakni PT.PAP yang berada di gudang produsen PT.Kebon Agung,Jalan Kebon Agung,Kabupaten Malang dengan modus operandi menjual ribuan ton gula ke distributor lain hingga berlapis dengan harga 13.000 per kg jauh di atas harga acuan konsumen dan dijual juga lintas provinsi pada seluruh wilayah Indonesia seperti ke pulau Maluku dan Kalimantan

Menurut Mendag Agus Suparto dalam keterangan persnya saat melihat barang bukti di gudang PT.Kebon Agung (20/05/2020) menyatakan,
“Hasil pengawasan barang beredar PKTN Kemendag ditemukan penjualan gula dari distributor satu ke distributor kedua hingga ketiga dan keempat juga keluar provinsi dengan harga pokok 13.000/kg nya,penjualan ini masih harus melewati mata rantai agen dan pengecer sebelum sampai kepada konsumen sehingga harga eceran (HET) 12.500/kg di tingkat konsumen sulit tercapai dan untuk hasil temuan ini maka Kemendag akan menyelidiki lebih lanjut temuan sebelum dilakukan tindakan pencabutan ijin usaha dan membawanya ke ranah hukum untuk diberi sangsi.

Modus kejahatan para pelaku ini menyebabkan rantai distribusi gula terlalu panjang sebelum gula sampai ke pengecer.

Hingga berakibat berbagai upaya pemerintah untuk menambah pasokan gula untuk menekan tingginya harga gula menjadi kurang efektif.

Selama ini Kemendag telah melakukan berbagai upaya dan kebijakan untuk mengatasi tingginya harga dan kelangkaan stok gula di pasaran terutama menghadapi kebutuhan bulan ramadhan dan Idul Fitri dengan tujuan untuk menjaga ketersediaan gula dan stabilitas harga di seluruh tanah air.

Periode oktober 2019 sampai mei 2020 Kemendag telah menerbitkan ijin impor raw sugar untuk diolah menjadi gula konsumsi sebagai langkah untuk menjamin pasokan gula nasional” ungkapnya

Seperti informasi yang terbaru bahwa saat ini PT.Kebon Agung merupakan produsen gula tebu rakyat namun juga mendapat penugasan pemerintah untuk mengimpor gula raw sugar sebanyak 21 ribu ton pada februari 2020 untuk diolah sebagai gula kristal putih dan telah direalisasikan oleh PT.Kebon Agung dengan harga jual ke distributor sebesar 11.200/kg.

Namun sayangnya distributor yang bekerjasama dengan PT menjualnya lagi pada distributor lain dengan cara berantai dengan harga jauh di atas acuan konsumen sehingga para distributor menjual lebih mahal lagi selain itu ditemukan juga distributor yang dengan sengaja menahan stok untuk memperpanjang rantai pasok sehingga harga gula makin tak terkendali.

Mendag Agus juga menyampaikan bahwa kejadian di Malang juga terjadi di daerah lain dengan modus sama yaitu menjual DO (delivery order) hingga ke beberapa distributor secara berjenjang hingga harga gula menembus angka 18.000 sampai 22.000/kg seperti yang terjadi di Manokwari beberapa waktu lalu dan saat ini harga rata-rata nasional masih 16.500/kg jauh diatas HET 12.500/kg sedang di Malang dan Jatim sudah turun di angka 15.00/kg meski itu juga belum harga normal.

“Temuan seperti ini tidak hanya di Malang tapi juga daerah lain jika tidak bisa ditertibkan ya kita tindak tegas.
Hasil temuan Ditjen PKTN Kemendag ini rencananya akan dijual melalui operasi pasar gula pasir ke ritel modern,pasar rakyat secara langsung hingga kami harap harga gula bisa segera turun dan normal kembali,kami tidak segan mencabut ijin usaha dan membawa kasus ini ke ranah hukum.

Kami minta oknum-oknum seperti ini segera dihentikan praktik nakalnya jangan ada yang memanfaatkan keadaan dengan mengambil keuntungan di atas penderitaan rakyat.

Seharusnya kita semua bersama-sama mengamankan harga kebutuhan pokok terutama gula ini sesuai harga yang ditetapkan pemerintah agar masyarakat tidak semakin berat menghadapi pandemi ini.

Laporkan kepada kami jika ditemukan distributor yang menjual harga tinggi,hingga harga beli ditingkat konsumen di atas HET 12.500/kg, prinsipnya konsumen jangan dirugikan” tegasnya.

Senada dengan Mendag Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono juga menjelaskan bahwa upaya pengamanan yang dilakukan untuk memberi efek jera untuk pelaku usaha yang nakal.

“Kemendag bersinergi dengan satgas pangan akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk pelanggaran dalam kegiatan perdagangan dan akan memberikan sanksi tegas bagi siapapun yang melanggar.

Distributor harus terdaftar di kementerian perdagangan sehingga akan mudah dikontrol” paparnya.

Pada kesempatan ini pula bupati Malang Sanusi meminta Mendag untuk menggelontorkan hasil barang sitaan untuk pasar rakyat dan ritel agar harga gula di kabupaten Malang dan sekitarnya bisa normal 12.500/kg nya di tingkat konsumen.

Dan atas permintaan bupati tersebut Mendag berjanji dalam satu atau dua hari ke depan akan dilakukan operasi pasar di wilayah Malang dan sekitarnya dengan harga eceran gula 12.500/kg nya.
(Hermin/Red)