Di Sumenep dan Pacitan Siswa Belajar Melalui SMS

SURABAYAONLINE.CO-Akibat Covid-19 sekolah diliburkan. Namun tidak meratanya akses ke jaringan internet ada sekolah yang tidak dapat mengakses video call sehingga guru mengajar melalui Whatsapp (WA) bahkan ada yang pakai SMS.

Wahid Wahyudi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengakui, ada sejumlah siswa sekolah (SMA/SMK/PK-PLK) di Jawa Timur yang tidak bisa mendapatkan akses internet di masa pandemi Covid-19.

Padahal Pemprov Jatim melalui surat edaran Gubernur Jatim masih memberlakukan kegiatan belajar di rumah secara dalam jaringan untuk semua siswa SMA/SMK/PK-PLK, juga terhadap Madrasah Aliyah (MA) se-Jatim.

“Sekolah di Jatim yang tidak bisa dijangkau internet, di antaranya yang ada di daerah pegunungan di Pacitan. Di sana ada tiga sekolah yang kesulitan mengakses internet. Tetapi masih bisa menggunakan WhatsApp,” ujar Wahid di Grahadi.

Selain tiga sekolah di Pacitan yang dia sebutkan, ada enam sekolah lain yang ada di daerah kepulauan Sumenep yang siswanya juga kesulitan mengakses internet. Salah satunya, kata Wahid, di Pulau Sakala.

“Karena tidak bisa internet, belajar mengajar tetap dilakukan di sekolah. Siswa masuk setiap hari tetapi protokol tetap dilaksanakan. Jumlah siswanya juga sedikit sehingga bisa diatur jaraknya dan tetap pakai masker,” kata Wahid.

“Nah, ada lima lainnya (juga di daerah kepulauan Sumenep tapi tidak dia sebutkan detail) itu hanya bisa pakai SMS. Proses belajar mengajarnya pun pakai SMS,” kata Wahid. Nah bisa dibayangkan kerumitannya proses belajar mengajar via WA dan SMS,,kalau pelajaran kimia piye jal..(*)