Istana Negara: Sumenep bisa kembangkan Pulau Giliyang

SURABAYAONLINE.CO — Pemerintah daerah Kabupaten Sumenep di Jawa Timur bisa mengembangkan Pulau Giliyang yang dikenal sebagai ‘Pulau Oksigen’ sebagai tujuan wisata andalan. Pulau Giliyang menurut hasil penelitian Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memiliki kadar oksigen berkisar 3,4 persen sampai 4,8 persen di atas normal.

“Kita harus menggunakan berbagai terobosan. Sumenep punya kelebihan dan keunggulan yang perlu dikreasikan agar masyarakat perlu tahu,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko saat menerima kunjungan Bupati Sumenep di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Jakarta pada Selasa (10/3).

Pada kesempatan itu, Bupati Sumenep Dr KH Busyro Karim meminta dukungan pemerintah pusat untuk melakukan percepatan pembangunan di daerahnya. Hal itu dilakukan melihat potensi besar yang dimiliki kabupaten di ujung timur Jawa Timur ini. “Namun kami memiliki anggaran daerah yang terbatas,” ujar dia saat Rapat Percepatan Pembangunan Kabupaten Sumenep di Kantor Staf Presiden.

Menurut Busyro, dukungan pemerintah pusat sebenarnya sudah dilakukan melalui Peraturan Presiden Nomor 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Gerbangkertosusila, BTS, Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Perpres itu berisi percepatan pembangunan di sejumlah kawasan di Jawa Timur termasuk Sumenep yang berada di Pulau Madura.

“Kami berterima kasih kepada presiden yang sudah melihat potensi Kabupaten Sumenep. Kami berharap perpres itu bisa terealisasi,”ujarnya.

Kabupaten Sumenep merupakan wilayah terluas di Jawa Timur. Wilayah itu mencakup 126 pulau dan 27 kecamatan dengan 9 kecamatan di kepulauan.

Sumenep memiliki banyak potensi di berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata dan sumber daya air. Di bidang pertanian, ada pengembangan kawasan Agropolitan dengan komoditas tanaman bawang merah di Kecamatan Rubaru. Ada juga pengembangan komoditas tanaman padi di kepulauan Arjasa.

Kemudian, di bidang Peternakan ada Ranch Sapi Madura di Kecamatan Pasongsongan dan Ranch Domba Sapudi di Kecamatan Gayam.

Di bidang perikanan ada pengembangan industri garam di wilayah kepulauan. “Sumenep dikenal dengan produksi garam tertinggi di dunia pada tahun 60-70-an. Namun semuanya berubah akhir akhir ini, ” ujar Busyro.

Bupati Sumenep menambahkan, sejak dua tahun lalu para petani garam sudah siap dengan modernisasi pengolahan garam. Dia mencontohkan di Kecamatan Kalianget yang merupakan industri garam terbesar di Indonesia sehingga memiliki stok garam yang melimpah dan bisa memenuhi kebutuhan nasional.

Bupati menambahkan, Sumenep memiliki potensi pariwisata lain selain ‘Pulau Oksigen’. Kawasan wisata yang bisa dikembangkan adalah pantai Slopeng. Namun masih membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat termasuk dukungan kegiatan promosi. Menurut Busyro, setiap tahun daerahnya mengadakan lebih dari 45 kali kegiatan.(ksn)