Prof Yudian Wahyudi: Pancasila dan Agama Saling Mendukung

SURABAYAONLINE.CO-Gerakan Kebajikan Pancasila (GKP) didirikan beberapa tokoh di Indonesia berawal dari masa kampanye Pilpres 2014 yang saat itu dianggap sentimen agamanya begitu besar sehingga Ideologi Pancasila dianggap perlu dibangkitkan kembali agar masyarakatkembali menghayati nilai luhur Pancasila.

GKB tersebut akhirnya diubah dan disahkan Presiden Jokowi sebagai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang beberapa waktu lalu melantik Profesor Drs. K.H. Yudian Wahyudi Asmin M.A., Ph.D. sebagai Kepala BPIP.

Prof Yudian adalah akademisi, dikenal kiprahnya melakukan berbagai gebrakan dengan menulis buku di antaranya pernah menerjemahkan 53 judul buku filsafat dan ke Islaman dari bahasa Arab, Inggris dan Perancis ke dalam bahasa Indonesia (plus dari Inggris ke Arab) yang sangat dikagumi banyak kalangan.

Pada kesempatannya Guru besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sejak 2016 hingga 2020 menjabat Rektor mengatakan, “yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin. Pancasila itu agamis karena kelima sila Pancasila dapat ditemukan dengan mudah dalam Kitab Suci ke enam agama yang diakui secara konstitusional oleh NKRI,” terangnya Rabu (12/02/2020).

Lanjut Prof Yudian, pada kenyataannya, Pancasila sering dihadap – hadapkan dengan agama oleh orang – orang tertentu yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrim, padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas). Dalam konteks inilah agama dapat menjadi musuh terbesar karena mayoritas, bahkan setiap orang beragama. Padahal Pancasila dan Agama tidak bertentangan, bahkan saling mendukung,” tutupnya.

Untuk diketahui salah satu prestasi Prof Yudian yakni pernah memecahkan rekor dunia sebagai dosen PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) pertama anggota American Assosiation of University Professors (2005 – 2006), Visiting Researcher/Scholar di Harvard Law School (2002 – 2004). Dosen Islamic Studies di Comparative Department, Tufts University, Massachussetts, USA (2004 – 2005).(*)