Hebat, Cakades Rapalaok Omben Sampang Menempuh Pendidikan SMP Hanya Setahun

SURABAYAONLINE.CO-SAMPANG – Sebuah postingan beredar di media sosial (Fecebook ) tentang adanya kejanggalan ijasah yang dimiliki oleh oknum calon kades (Cakades) Rapalaok Omben Sampang Madura Jawa Timur bernama M Siri.
Postingan yang menjadi viral di media sosial (medsos) diunggah oleh pemilik akun facebook bernama Choirul Anam. Melalui cuItannya, ijasah yang dimiliki oleh kades Rapalaok lucu kayak orangnya.
Ijasah SD didapat tahun 1980 dan ijasah SMP nya dinyatakan lulus tahun 1981. Berarti pintar banget calon kepala desa yang bernama M Siri ini.
“Cukup 1 tahun dari kelulusan SD nya sudah mendapatkan ijasah SMP. Tidak masuk akal persyaratan calon yang satu ini,”katanya.
Ini jelas bisa dituntut dan bisa banget untuk digugurkan…wkwkwkwk. Catatan buat panitia pemilihan kades Rapalaok.
Kroscek dulu ijasah M Siri ini kalau gak mau rame ke belakangnya.Saya tidak bertanggung jawab kalau panitia kena tuntutan….sekian. Viralkan agar Rapalaok sejahtera,” begitulah bunyi ciutan yang diunggah oleh pemilik akun facebook Choirul Anam.
Berdasarkan informasi yang didapat dari media sosial (Medsos). Keabsahan ijasah M Siri patut dipertanyakan. Ijasah tersebut menjadi buah bibir serta jadi perbincangan dikalangan masyarakat Kecamatan Omben khususnya warga Desa Rapalaok.
Pasalnya, kini yang bersangkutan (M Siri) yang merupakan calon kades incumbent kembali maju dan mendaftar dengan menggunakan berkas ijasah yang terdapat banyak kejanggalan.
Salah satunya yang paling mencolok adalah jarak kelulusan antara sekolah madrasah Ibtida’iyah dengan ijasah Tsanawiyah yang dikeluarkan sekolah madrasah (Mts) Negeri Bangkalan hanya berjarak satu tahun.
Dari delapan  orang calon kepala desa (cakades). Panitia pilkades Kecamatan Omben Sampang Madura menyatakan kesemuanya lulus verifikasi data, tak terkecuali ijasah yang dimiliki oleh M Siri yang viral media sosial.
Menurut salah satu cakades yang tidak mau namanya dipublikasikan ini. Pada saat dilakukan verifikasi berkas, panitia Pilkades tidak transparan dan terkesan tertutup. Hal ini menjadi tanda tanya besar, kok bisa ijasah yang bermasalah dinyatakan lulus verifikasi,”katanya.
Bahkan dia (M Siri) ikut pemeriksaan tes urine di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim Jalan Sukomanunggal Surabaya pada hari Kamis 3 Oktober 2019.(*tim*)