Kembalikan Berkas Bacawabup, Nadir Minta Restu Pendiri RGS Indonesia

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK –  Langkah Ir H Ahmad Nadir, untuk maju dalan Pilkada Gresik tahun depan semakin mantap dan meyakinkan.

Terbukti saat mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Calon Wakil Bupati Gresik 2020 ke DPC PDIP Gresik, mantan Ketua DPRD Gresik ini mendapat dukungan nyata dari Relawan Gerakan Sosial (RGS).

Puluhan pengurus dan anggota RGS menyertai mantan ketua DPC PKB Gresik ini, mulai dari Posko RGS di Perumahan Pongangan Indah sampai di DPC PDIP Gresik di jl Jaksa Agung Suprapto. Bahkan pengawalan RGS dipimpin langsung Ketua Umumnya Muslih Hasyim.

Dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa juga diperlihatkan, dengan hadirnya sejumlah tokoh senior yang juga mantan pengurus PAC PKB kecamatan.

Seperti KH. Hamdan mantan Ketua MWCNU Bungah, H. Afif mantan Ketua PAC PKB Sidayu, Abdullah Qonik mantan Bendahara DPC PKB Gresik, dan H. Muhlisi dari Benjeng. 

Dari Partai Golkar juga mengirim utusan spesial, untuk mengawal Ahmad Nadir. Ada beberapa pengurus inti DPD Golkar Gresik hadir, uang dipimpin Bendahara Umum DPD Golkar Gresik Erry Sucahyo.

Saat diterima Ketua DPC PDIP Mujid Riduan yang didampingi Ketua Pemenangan Mustofa, Nahdir optimis akan mendapatkan rekom dari DPP PDIP.

Dengan modal pengalamannya memimpin DPRD Gresik dan DPC PKB, dirinya akan bergerak menggalang dukungan untuk meyakinkan DPP PDIP agar ekom akan jatuh kepadanya.

“6 tahun di PKB dan pernah menjabat Ketua DPRD Gresik, adalah modal pengalaman saya untuk maju di Pilkada ini,” terangnya.

Ditanya program kerjanya, bila kelak terpilih sebagai wakil bupati, Nadir mengatakan kalau ditakdirkan menjadi pemimpin Gresik, dirinya akan melanjutkan program yang sudah ada.

“Para pemimpin Gresik sudah berjasa. Kekurangan pasti ada, dan itu tugas saya menambal kekurangan itu,” ujarnya.

Ia mengungkap sejumlah permasalahan, yang akan menjadi fokusnya untuk diselesaikan apabila terpilih. Di antaranya, ketenagakerjaan, banjir luapan Kali Lamong, kemiskinan, dan sejumlah permasalahan krusial lainnya.

“Tentunya hal itu harus melibatkan semua pihak, tokoh masyarakat, kaum milenial, kaum tua, dan komponen lain,” katanya.

Untuk program infrastruktur, dia mengatakan akan membangunan akses jalan baru baik di wilayah Gresik Selatan maupun Utara untuk memudahkan masyarakat. “Saya yakin Gresik akan berkembang pesat dengan dukungan semua masyarakat,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPD PDIP Gresik Mujid Riduan mengatakan, yang mengambil berkas pemdaftaran cabup dan cawabup sebanyak 12 orang. Namun yang sudah mengembalikan hingga Sabtu sore kemarin, baru tujuh orang termasuk Ir Ahmad Nadir yang didukung RGS Indonesia.

“Hari ini, Minggu (15/9) adalah hari terakhir batas pengembalian formulir. Senin (16/9) kita akan pleno internal, lalu hasilnya kita kirim ke DPD dilanjutkan tes di DPD Jatim 17 -20 September yang hasilnya akan dikirim ke DPP pada 23 September. DPP PDIP akan menurunkan tim untuk melakukan survey, terhadap calon2 yang datanya sudah masuk. Survey diadakan pada bulan Desember 2019 dan Maret 2020. Intinya semua tahapan dan keputusan ada di DPP, kita hanya menjalankan instruksi psrtai,” tegas Mujid Riduan. (san)