Truk Tangki Dilas Meledak di Nambangan, Satu Meninggal dan Satu Kritis

SURABAYAONLINE.CO-Truk tangki dilaporkan meledak di Jalan Nambangan 116 Surabaya, Senin (29/4/2019) pukul 10.00 WIB, disebut-sebut terjadi pada saat pengelasan tangki. Akibat ledakan ini satu orang meninggal dunia dan satu lainnya kritis.

Haris Relawan Gardana Surabaya yang berada di lokasi menceritakan, menurut warga setempat awalnya ada orang yang melakukan pengelasan tangki.

“Pas ada orang ngelas, tiba-tiba tangki meledak. Meledaknya sampai ke rumah warga,” kata Haris pada Radio Suara Surabaya.

Kata Haris, satu orang meninggal dunia diduga petugas yang melakukan pengelasan. “Kalau yang kritis itu warga yang saat itu ada di rumah yang berdekatan dengan lokasi ledakan. Karena ledakan tangki ini sampai terpelanting ke rumah warga yang letaknya dekat,” ujar dia.

Saat ini, kata dia, lokasi sudah diberi police line dan di lokasi sudah ada anggota polisi serta PMK.

Sementara itu, Price Andrew melalui akun facebook e100mengatakan, ada mobil tangki PT surya mitra tirta kencana yang terbakar di daerah Kedung Cowek.

“Penyebabnya adalah pengelasan tangki lalu muncul ledakan. Satu korban meninggal dunia dan satu korban dilarikan ke RS Soewandi. Diduga masih ada korban yang bagian tubuhnya terpental di rumah warga. Saat ini petugas masih melakukan pengecekan. Api dan asap sudah tidak ada,” katanya.

Kepala Masih Dicari

Rumah warga rusak parah akibat ledakan di depo truk tangki Jalan Nambangan, Surabaya, Senin (29/4/2019).

Widya, warga Jalan Kedinding Lor Gang Rambutan yang rumahnya berada tepat di belakang gudang tersebut mengaku mendengar suara ledakan yang sangat keras, sekitar pukul 10.00 WIB.

“Tiba-tiba plafon saya jebol. Saya langsung keluar rumah, ke rumah kakak saya yang berada di Jalan Kedinding Lor Gang Langsep, tepat di samping gudang. Rumahnya rusak 85 persen. Atapnya hancur, kaca pecah, dan plafonnya jebol,” ujarnya kepada e100, Senin siang.

Menurut Widya, ada dua orang karyawan gudang itu yang terlempar masuk ke rumah tetangganya. “Satu korban bagian kepalanya masih dicari,” kata dia.(*)