Tidak Hadiri Musrenbang, Pejabat Gresik Ditelepon Bupati  

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Ada kejadian menegangkan saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2020, di Ruang Mandala Bakti Praja kantor Bupati Gresik, Kamis (21/3).

Saat mengabsen peserta dari unsur OPD Pemkab Gresik, Bupati Dr. Sambari Halim Radianto mendapati ada beberapa pejabat yang belum mengisi buku absen. Mengetahui pejabatnya tidak hadir, tanpa banyak bicara Bupati Sambari langsung ambil telepon pribadinya dan menghubungi pejabat yang bersamgkutan.

Adegan itu sempat menjadi tontonan ratusan orang yang hadir, di antaranya Wakil Bupati Dr. Mohammad Qosim, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Gresik, pimpinan OPD, TP PKK Kabupaten Gresik, pimpinan Organisasi Wanita, perwakilan dari berbagai kelompok masyarakat, perusahaan, perbankan, LSM dan wartawan.

“Kegiatan ini merupakan agenda yang sangat penting. Maka saya minta agar kegiatan yang hanya dilaksanakan setahun sekali ini harus dihadirisendiri oleh pimpinan OPD tidak boleh diwakilkan.” ujar Bupati Sambari.

Dalam kesempatan itu, bupati juga mengundang Ketua Bappeda Propinsi Jawa Timur, Kepala Bappeda Kabupaten Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto dan Kota Surabaya. Bupati juga menghadirkan Pakar hukum lingkungan Universitas Airlangga, Surabaya, Suparto Wijoyo.

Dalam paparannya, Suparto Wijoyo mengatakan untuk menjadikan Gresik kota cerdas yang layak huni seperti tagline yang dimunculkan dalam Musrenbang kali ini yaitu, agar ke depan tidak adalagi masyrakat Gresik yang mempunyai kandungan logam berat di atas 5 mg/liter.

“Kalau nantinya saat dites laboratorium masih ada masyarakat Gresik yang kandungan logam beratnya di atas ambang yang telah ditentukan WHO, atau masih banyak warganya yang mengalami kesakitan, maka ada yang salah dalam pengelolaan lingkungannya” katanya.

Suparto Wijoyo juga mengusulkan agar ke depan Pemkab Gresik membangun septic tank terpadu di setiap komunitas perumahan. “Tidak ada salahnya misalkan dana Corporate social responbility (CSR) perusahaan yang ada, untuk membiayai pembangunan septic tank terpadu . Agar tidak mengganggu APBD. Ini sangat mungkin karena dengan septick tank terpadu, maka kebersihan lingkungan lebih terjaga.” katanya. (san)