SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Rencana Pemkot Surabaya untuk mentransformasi Dewan Kesenian Surabaya (DKS) menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya mendapat respon positif dari kalangan seniman. Perubahan ini dipandang sebagai langkah untuk memperluas cakupan dari sekadar seni menuju ekosistem kebudayaan yang lebih menyeluruh.
Pegiat seni teater sekaligus Ketua Umum Bengkel Muda Surabaya (BMS) Heroe Budiarto melihat kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya menyesuaikan arah pembangunan kebudayaan nasional.
“Menurut saya bagus. Karena pemerintah melaksanakan daripada amanat UU Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 tahun 2017. Bahwa pemerintah kota, provinsi, itu mengamanatkan agar pemerintah membentuk lembaga kebudayaan yang bernama Dewan Kebudayaan,” ujar Heroe, Sabtu (18/4).
Heroe menilai, kebijakan ini juga membuka ruang yang lebih luas. Sebab, selama ini Dewan Kesenian dinilai hanya mencakup satu bagian dari objek pemajuan kebudayaan, yakni seni. Padahal, aspek kebudayaan meliputi banyak hal lain, seperti adat istiadat, ritus, hingga pengetahuan tradisional.
Ia pun menilai langkah ini bukan hal baru, mengingat sejumlah daerah lain telah lebih dulu melakukan transformasi serupa. Karena itu, Heroe menyambut perubahan tersebut sebagai bagian dari perkembangan yang wajar. “Langkah dari pemerintah ini menurut saya sangat bagus dan kita sambut dengan baik apa yang menjadi keinginan pemerintah terhadap transformasi (DKS) menjadi Dewan Kebudayaan,” tuturnya.
Di sisi lain, Heroe melihat perhatian Pemkot Surabaya terhadap aktivitas seni dan budaya terus berkembang. Ia mencontohkan Balai Pemuda Surabaya yang sejak tahun 70-an menjadi ruang berkumpul dan berekspresi bagi generasi muda.
“Sekarang di sana saya lihat pemerintah kota membuat seni-seni untuk masyarakat. Ada rumah kreatif, ada teater, ada perkusi, ada sastra. Ada melukis, ada dance, ada tari, untuk mempertahankan seluruh aktivitas kesenian yang ada di Surabaya masih terpusat di Balai Pemuda,” ujarnya.
Sementara itu, seniman lukis Muit Arsa, juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai transformasi kelembagaan ini sebagai peluang untuk memperkuat kualitas pengelolaan kegiatan seni di Surabaya. “Kalau saya melihatnya positif. Karena ini kan bukan cuma di Surabaya, memang akan menyeluruh. Jadi kalau harapan saya dengan adanya Dewan Kebudayaan ini kegiatan kesenian di Surabaya akan lebih baik lagi,” ujar Muit.(*)


