Jaringan Narkoba Juga Punya CSR

SURABAYAONLINE.CO-Darurat narkoba memang benar-benar mengancam Indonesia. Ini kesimpulan dari diskusi Pemred SURABAYAONLINE.CO Satwiko Rumekso dengan Drs. Moch. Satriyono Kepala Seksi Pencegahan Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Prov. Jatim, Senin (14/1).

Ancaman Narkoba sistematis menyasar dari anak-anak hingga usia produktif. “Anak-anak SD kelas 6 sudah mulai diperkenalkan, nah SMP mereka sudah naik kelas menjadi pengonsumsi sabu,” kata Satriyono.

Ancaman lain adalah penyalahgunaan obat-obatan yang dijual bebas. Katanya, jangan dikira obat-obatan itu tidak berbahaya dan membikin kecanduan. “Pokoknya semua lini,” paparnya seraya menambahkan pondok pesantren juga sudah mulai disusupi barang haram ini.

Nah jaringan narkoba ini juga loman (murah hati) atau punya semacam CSR lho. Kalau diberi proposal bantuan biasanya langsung disetujui, namun jangan salah mereka ini memakai cara ini sebagai kedok lah,” urainya. Karenanya dalam waktu dekat BNN Prov Jatim akan menjalin kerjasama dengan media online untuk mencegah bertambahnya pecandu.

Tak lupa ia mengingatkan bahwa ancaman ini bisa saja terencana rapi untuk menhancurkan Indonesia. “Di negaranya sabu per gram itu cuma Rp 2000 saja, dan warganya dihukum mati jika memakai, tetapi kalau diekspor boleh,” kata Satriyono yang lama bergelut sebagai jurnalis di TV RI ini.(*)