SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Musirofu (40), dan ibunya Ngatiyah (60), menjadi korban perampokan disertai kekerasan di rumahnya di Desa Sumengko Kecamatan Duduksampeyan, Selasa (26/11), sekitar pukul 23.30 WIB.
Kedua korban mengalami luka parah, terutama di bagian kepala, karena diserang pelaku dengan senjata tajam. Kedua korban berhasil keluar rumah, sambil berteriak minta tolong.
Warga sekitar yang terbangun langsung menuju rumah korban, dan berhasil menangkap pelaku yang tidak sempat kabur. Warga yang emosional langsung menghajar pelaku hingga luka parah.
Petuhas Polsek Duduksampeyan yang datang langsung mengamankan pelaku, dengan membawanya ke RSU Ibnu Sina. Namun meski mendapat perawatan medis, pelakunakhirnya meninggal dunia.
Sedangkan kedua korban, sampai saat ini masih mendapatkan perawatan darurat intensif di Puskesmas Duduksampeyan karena menderita luka bacok cukup parah.
Kepala Desa (Kades) Sumengko, Mashabi membenarkan aksi perampokan yang terjadi wilayahnya. Sedangkan dua warganya yang menjadi korban perampokan, sekarang sudah dipindah ke RSU Ibnu Sina untuk mendapat perawatan lebih mendalam.
Mengenaimpelaku, Mashabi mengaku pihaknya belum tahu detil identitasnya. Namun saat dihajar warga, pelaku masih dalam keadaan hidup sampai akhirnya dirujuk ke RSU Ibnu Sina.
“Saat dirujuk Ibnu Sina pelaku masih hidup, bahkan sempat mendapat perawatan darurat. Namun tidak berapa lama kemudian ia meninggal dunia,” ujarnya.
Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo menyatakan, kasus tersebut bukan perampokan, melainkan penyekapan. Pihaknya masih menyelidiki motif dan mengidentifikasi identitas korban dan pelaku. “Bukan perampokan, tapi penyekapan. Saat ini anggota masih melakukan penyidikan,” ujar dia. (san)


