
SURABAYAONLINE.CO – Sebanyak 40 kader dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) asal wilayah Papua Pegunungan menghadiri perhelatan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Menariknya, seluruh peserta dari kawasan Indonesia Timur ini berangkat menggunakan biaya mandiri tanpa bergantung pada dana bantuan organisasi.
Perwakilan utusan NU asal Papua Pegunungan, Priyadi, mengungkapkan bahwa rombongannya menempuh perjalanan jauh hingga tiba di Jawa demi memberikan kontribusi langsung dalam forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut.
“Kami datang 40 orang dengan biaya tanggung sendiri. Rute perjalanan kami ke Surabaya, lalu ke perhelatan muktamar ini. Setelah seluruh agenda kegiatan selesai, kami akan langsung kembali ke Papua Pegunungan,” ujar Priyadi saat diwawancarai di lokasi Muktamar ke-35 NU, Jombang, Jawa Timur.
Priyadi menegaskan, partisipasi aktif kader dari wilayah timur Indonesia ini didasari oleh semangat untuk memajukan pembangunan di daerah asal mereka melalui wadah organisasi Nahdlatul Ulama.
“Harapan kami hadir di Muktamar ke-35 NU ini adalah agar Papua Pegunungan bisa ikut bangkit, dibangun, dan maju bersama-sama seperti wilayah lainnya,” tuturnya.
Terkait dengan konstelasi dan peta dukungan dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Priyadi menyebutkan bahwa pihaknya akan menyelaraskan langkah dan keputusan politik organisasi dengan arahan Pengurus Wilayah NU (PWNU) Provinsi Papua yang berkedudukan di Jayapura.
Ia juga menepis anggapan bahwa keberadaan NU di wilayah pegunungan Papua hanya diisi oleh pendatang. Menurutnya, struktur kepengurusan hingga badan otonom seperti Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayahnya didominasi oleh warga lokal.
“Anggota kami banyak, bahkan Banser NU semua ada dan lengkap. Semuanya adalah warga lokal asli Papua Pegunungan,” tutup Priyadi. (Agus)


