SURABAYAONLINE.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mendorong percepatan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Ampel, Surabaya, melalui sosialisasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kegiatan tersebut digelar saat masa reses di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut, Bambang menilai kawasan Ampel memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi karena mampu mengintegrasikan sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan wisata religi dalam satu kawasan.
“Wilayah Ampel memiliki potensi besar karena dapat menggabungkan UMKM, ekonomi kreatif, dan wisata religi. Potensi ini perlu didorong agar berkembang lebih cepat sehingga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Bambang.
Selain menyerap aspirasi masyarakat, Bambang juga mengedukasi pelaku usaha mengenai kemudahan memperoleh pembiayaan melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat perkembangan UMKM.
Ia mengungkapkan masih banyak pelaku usaha yang belum mengetahui bahwa pinjaman KUR hingga Rp100 juta dapat diperoleh tanpa agunan.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa pinjaman KUR hingga Rp100 juta tidak memerlukan agunan. Informasi ini harus terus disosialisasikan agar benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku UMKM,” katanya.
Bambang menambahkan, pemerintah juga terus memberikan kemudahan pembiayaan bagi pelaku usaha melalui penurunan suku bunga KUR. Saat ini bunga KUR berada di level 6 persen dan direncanakan kembali turun menjadi 3 persen, sehingga diharapkan semakin memperluas akses permodalan bagi UMKM.
Menurutnya, kemudahan pembiayaan tersebut dapat menjadi pendorong tumbuhnya usaha masyarakat di kawasan Ampel yang memiliki potensi besar pada sektor perdagangan, ekonomi kreatif, dan wisata religi.
Selain persoalan ekonomi, Bambang menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait peningkatan kualitas pendidikan, termasuk dukungan terhadap lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Seluruh masukan tersebut, kata dia, akan diperjuangkan melalui mekanisme yang sesuai dengan kewenangan DPR RI maupun pemerintah.
Pada kesempatan itu, Bambang juga mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk mengoptimalkan kawasan bersejarah di sekitar Ampel, termasuk Jembatan Petekan, agar dikembangkan menjadi destinasi wisata yang terintegrasi dengan kawasan wisata religi Ampel.
Menurutnya, pengembangan kawasan heritage tersebut akan memperkuat daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.
Dengan dukungan akses pembiayaan melalui KUR serta pengembangan kawasan wisata religi dan heritage, Bambang berharap Ampel mampu berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi kerakyatan yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Surabaya.


