Surabayaonline.co, – SAMPANG – Suasana Pendopo Trunojoyo Bupati Sampang tampak berbeda pada Rabu (17/06/2026). Gemuruh lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars PKK, dan Mars Sampang Hebat Bermartabat yang disusul tingkah menggemaskan dari penampilan Balita Sehat membuka gelaran penting, “Gebyar Gerakan Posyandu Aktif dan Gerakan Stunting Kabupaten Sampang 2026”.

Acara yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang ini bukan sekadar seremonial. Di dalamnya, dilakukan penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Langkah ini diambil demi memastikan seluruh Posyandu beroperasi optimal untuk mengejar target besar, yakni Sampang Bebas Stunting 2045.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Sampang, Hj. Evi Selviana Slamet Junaidi, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat di garda terdepan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan lintas sektor yang telah menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menekankan beberapa poin penting dalam arahannya, antaranya Pusat Layanan Terintegrasi, Penekanan Angka Stunting, Ajakan untuk Orang Tua.
Dijelaskan Evi, Posyandu bukan lagi sekadar tempat penimbangan balita, melainkan pusat layanan terintegrasi bagi ibu hamil, balita, hingga lansia.
Selain itu, Posyandu memegang peran aktif dalam menekan angka stunting, memastikan asupan gizi, serta memantau tumbuh kembang anak secara berkala, serta seluruh orang tua diimbau untuk rutin membawa anak mereka ke Posyandu setiap bulan.
Untuk membakar semangat di lapangan, Dinkes KB Sampang memberikan penghargaan khusus dalam dua kategori utama, yaitu Posyandu dengan Sasaran Terbanyak dan Kepala Desa dengan Penggunaan Dana Desa Terbanyak untuk Sektor Kesehatan.
Terkait hal ini, Ia mendesak seluruh Pemerintah Desa (Pemdes) untuk meniru langkah tersebut dan terlibat aktif menyokong operasional kader di lapangan.
“Dukungan Pemerintah Desa sangat dibutuhkan, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung maksimal,” tegasnya.

Dalam laporan resminya, Plt. Kepala Dinkes KB Kabupaten Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menjelaskan bahwa peran Posyandu kini mengalami lompatan besar seiring adanya transformasi kesehatan nasional melalui skema ILP.
Menurut dr. Lusi, peran Posyandu telah meluas menjadi pusat pelayanan yang mencakup seluruh siklus kehidupan manusia, tidak lagi melulu mengurusi bayi, balita, dan ibu hamil/nifas saja.
“Posyandu harus menjadi garda terdepan dalam deteksi dini berbagai permasalahan kesehatan dan sosial di masyarakat,” ujar dr. Lusi.
Penguatan ini dipertegas dengan pengukuhan Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan agar koordinasi lintas sektor berjalan mulus demi memenuhi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ketentraman/ketertiban umum, pekerjaan umum, hingga perumahan rakyat.
Menyambung hal tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes KB Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi, SKM, M.Kes, memberikan penjelasan mendalam mengenai esensi dari keaktifan Posyandu. Menurutnya, status “aktif” sebuah Posyandu menjadi kunci utama validitas data tumbuh kembang anak di lapangan.
Ia pun menaruh harapan besar agar momentum ini menjadi pemantik bagi seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu.

“Keberhasilan program ini tidak bisa bertumpu pada sektor kesehatan saja. Kami sangat berharap adanya dukungan dari segala pihak—mulai dari tokoh masyarakat, aparat desa, hingga orang tua—untuk bersama-sama menghidupkan dan menyukseskan Posyandu Aktif di lingkungan masing-masing,” terang Agus Mulyadi.
Kemeriahan acara ditutup dengan aksi nyata yang edukatif. Pemkab Sampang menghadirkan Mobil Gizi untuk melakukan demo pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sehat kaya nutrisi yang mudah ditiru oleh masyarakat.
Tak hanya itu, ruang dialog juga dibuka lebar melalui sesi talkshow interaktif yang mempertemukan langsung para ibu balita dengan kader Posyandu. Sesi ini menjadi wadah serap aspirasi sekaligus edukasi langsung mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala demi memutus rantai stunting di Kabupaten Sampang sejak dini.(Yat/F-R)


