SURABAYAONLINE.CO, Sidoarjo – Di era digital saat ini, anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) sudah sangat akrab dengan gawai dan internet. Namun, kemudahan ini menyimpan risiko besar jika tidak diimbangi dengan literasi digital yang cukup. Menyadari hal tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan (Rekam Medis) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hang Tuah Surabaya melaksanakan edukatif di SDN Gisik Cemandi, Sedati, Sidoarjo, Kamis (11/6).
Kegiatan yang di mulai pukul 08.00 WIB ini diikuti siswa dan siswi kelas 3, 4, dan 5. Acara ini memberikan tema unik dan interaktif, Detektif Digital: Melatih Anak di Gisik Cemandi Sidoarjo Melindungi Data Pribadi dan Kesehatan.
“Melalui konsep Detektif Digital, sejak pagi hari para siswa diajak untuk menjalankan misi penting. Yaitu mengidentifikasi dan mengamankan rahasia penting dari incaran kejahatan siber (cybercrime),” ujar Ketua Tim D4 Manajemen Informasi kesehatan(Rekam Medis) Agustinus Setiono S.Kom., M.M.
Hadir sebagai pemateri utama, Anna Rosarini, A.Md.PK., SH., MH., M.Kes., seorang dosen D4 Manajemen Informasi Kesehatan. Dia menjelaskan bahwa di era keterbukaan informasi, anak-anak zaman sekarang sering kali tanpa sadar membagikan informasi sensitif saat bermain game online, seperti Mobile Legend dan Roblox, berselancar di media sosial, dan masih banyak lagi.
“Kami mengemas materi hukum dan kesehatan digital yang awalnya terlihat rumit menjadi petualangan yang seru bagi anak-anak. Melalui analogi detektif, mereka diajarkan untuk waspada dan menjaga 5 ‘Rahasia Besar’ agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Anna Rosarini.
Dalam materi PKM ini, para siswa dilatih secara intensif untuk menjaga dan tidak sembarangan menuliskan atau membagikan lima data pribadi. Yaitu Nama Lengkap, menggunakan nama panggilan atau inisial saat berada di ruang publik virtual. Kemudiab Alamat Rumah atau Sekolah untuk menghindari memposting foto depan rumah atau lokasi sekolah yang jelas.
Selain itu, alamat email yang tidak sembarangan mendaftarkan email di situs web atau aplikasi yang tidak dikenal. Sedangkan Nomor Handphone, siswa tidak memberikan nomor kontak kepada orang asing di jagat maya.. Sedangkan Kata Sandi (Password), siswa diajari membuat password yang kuat dan menjaganya agar tetap rahasia, bahkan dari teman dekat.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi penuh dari pihak sekolah. Guru Kelas 6 SDN Gisik Cemandi Dian mengungkapkan rasa terima kasihnya atas inisiatif yang diinisiasi oleh tim dosen ini. Menurutnya, materi ini sangat relevan untuk mempersiapkan mental anak-anak sebelum mereka lulus dan memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Edukasi komprehensif yang menyentuh aspek hukum privasi dan kesehatan seperti ini sangat jarang didapatkan siswa di dalam kurikulum formal. Kehadiran Ibu Anna Rosarini dan tim memberikan benteng pertahanan yang sangat krusial bagi anak-anak kami di dunia maya,” ungkap Dian.
Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan para siswa SDN Gisik Cemandi tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang aktif, tetapi juga menjadi “Detektif Digital” yang cerdas secara hukum, sehat secara fisik-mental, dan mampu melindungi diri di ranah digital.(*)


