SURABAYAONLINE.CO – Heap Leach Operation Head PT Bumi Suksesindo (BSI), Hariadhi Anjar Kusuma secara tegas mengatakan, produksi emas dari Tambang Emas Tujuh Bukit Banyuwangi akan mengalami penurunan seperti yang terjadi ditahun 2027 yang mampu menghasilkan 3 hingga 4 gram emas per 1 ton ore (batuan/bijih yang ditambang). Hal ini disebabkan, sistem open pit ( Penggalian terbuka ) alami kesulitan dan tersisa hanya sekitar 0,8 gram emas per 1 ton ore
“Tapi, untuk tahun ini kami memproyeksi produksi emas turun menjadi 121.000 ounce. Karena tambang dengan sistem open pit memang bakal makin susah karena semakin dalam lapisan tanah yang kami gali,” ujar Hariandhi di Banyuwangi kemarin.
Hariadhi Anjar Kusuma menjelaskan, meskipun rasio atau kandungan emas dalam ore melandai, tetapi produksi emas masih bisa meningkat. Pada 2023, produksi emas bisa mencapai 129.000 ounces, jumlah itu meningkat dibandingkan 2022 sebanyak 125.000 ounces.
Lebih lanjut Hariadhi menyebutkan, sistem pertambangan open pit memang cukup sederhana. Penambang bisa menggali tanah untuk mencari ore, lalu dipindah ke heap leach untuk dialiri air agar mineral mulia terpisah dengan tanah dan batuan lainnya. Setelah itu, emas dan perak akan diserap oleh karbon aktif agar nantinya dijadikan satu batangan yang disebut dore bullion. Bahan tersebut lah yang akhirnya di murnikan di Antam.
Meski akan menurun kata dia, pihaknya saat ini tengah dalam transisi dari sistem pertambangan open pit alias pertambangan terbuka menjadi pertambangan bawah tanah, tepatnya untuk menggali potensi batuan yang mengandung tembaga atau Tambang Tembaga Bawah Tanah
Sementara itu General Manager BSI, Roelly Franza menjelaskan, , saat ini pihaknya sedang menyiapkan uji kelayakan dalam peralihan dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah.
“Ada 4 uji kelayakan yang sedang kami lakukan. Pertama layak secara teknologi, layak secara ekonomi, layak secara masyarkat dan ke-empat layak secara lingkungan. Keempat poin itu harus terpenuhi semuanya, kalau ada satu poin saja yang tidak terpenuhi maka uji kelayakan tidak akan diterima,” ujar Roelly
Roelly menegaskan, dengan perubahan sistem ini, ppihaknya otomatis perusahaan BSI akan fokus untuk menambang tembaga. Sedangkan emas dan perak hanya akan menjadi produk sampingan. Harapannya, tambang bawah tanah bisa berproduksi pada 2027. (rif)


